0 menit baca 0 %

MAN 2 Kepulauan Meranti Gelar Istighosah, Doa Bersama untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- MAN 2 Kepulauan Meranti kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi bangsa yang tengah dilanda berbagai ujian. Sebagai tindak lanjut dari himbauan hasil pertemuan dengan Kanwil Kemenag Riau, madrasah ini menggelar doa bersama melalui istighosah pada Senin, 1 September 2025.

Meranti(Kemenag)- MAN 2 Kepulauan Meranti kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi bangsa yang tengah dilanda berbagai ujian. Sebagai tindak lanjut dari himbauan hasil pertemuan dengan Kanwil Kemenag Riau, madrasah ini menggelar doa bersama melalui istighosah pada Senin, 1 September 2025. Kegiatan penuh makna itu diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta para siswa yang memadati Aula dan halaman madrasah.

Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara sejak awal hingga akhir. Wajah-wajah peserta tampak menunduk penuh penghayatan, seakan ingin menumpahkan doa terbaik mereka untuk Indonesia yang sedang dirundung keprihatinan. Rasa haru bercampur simpati begitu terasa ketika kata demi kata doa terucap, menjadi ikhtiar spiritual bersama demi ketenteraman bangsa.

Acara dibuka dengan pengantar kata dari M. Taufik, yang dalam kesempatan itu menyampaikan kegelisahannya atas situasi bangsa. Ia mengingatkan bahwa di balik segala dinamika, doa tetap menjadi senjata yang paling ampuh untuk memperkuat jiwa. Dengan suara bergetar ia berkata, “Mari kita bantu Negara Indonesia melalui doa bersama, semoga lebih damai dan tenteram, baik untuk kita dan seluruh masyarakat Indonesia.” Ucapannya membuat banyak hadirin terdiam sejenak, merenungi kalimat yang penuh makna itu.

Para peserta yang hadir seolah sepakat bahwa kebersamaan dalam doa adalah bentuk nyata simpati dan empati. Beberapa guru menuturkan secara tidak langsung, bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas seremonial, tetapi juga pengikat hati agar tetap bersatu dalam kepedulian. Mereka menyadari, bangsa yang besar tidak hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi dan politik, melainkan juga oleh kekuatan spiritual yang ikhlas.

Rangkaian acara doa bersama kemudian dipimpin langsung oleh Koordinator Rumpun Keislaman, Mudasir. Dengan suara yang tenang dan penuh kekhusyukan, ia melantunkan kalimat-kalimat toyyibah yang diikuti oleh seluruh peserta. Doa-doa itu mengalun, memecah keheningan, seolah membentangkan harapan ke langit agar bangsa ini segera terbebas dari kesulitan. Beberapa siswa terlihat menitikkan air mata, tersentuh oleh suasana yang begitu menggetarkan hati.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta yang juga siswa MAN 2 Kepulauan Meranti, Sattio Dinata, menyampaikan kesan mendalamnya. Dengan penuh perasaan ia berkata, “Saya merasa terharu bisa ikut dalam doa bersama ini. Rasanya seperti ikut menyumbangkan sesuatu untuk bangsa, meski hanya melalui doa. Semoga Allah mendengar permohonan kita semua.” Ucapan Sattio menjadi cerminan suara generasi muda yang merindukan kedamaian, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bangsa bisa lahir dari jiwa-jiwa yang masih belia.

Seorang tenaga pendidik yang hadir juga menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya menyatukan hati di tengah kondisi sulit. Baginya, doa bersama merupakan energi kolektif yang akan menumbuhkan semangat optimisme. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya sekali, melainkan bisa menjadi budaya yang melekat di setiap jiwa warga madrasah.

Istighosah di MAN 2 Kepulauan Meranti itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara keagamaan. Ia berubah menjadi momentum kebersamaan, perekat batin, dan pernyataan sikap bahwa doa adalah bahasa hati yang menyatukan. Dalam kebersahajaan suasana, tergambar betapa besar harapan keluarga besar madrasah ini terhadap masa depan bangsa.

Kegiatan berakhir dengan penuh kekhidmatan, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Ada harapan yang dipanjatkan, ada doa yang dipersatukan, dan ada rasa simpati yang tumbuh bersama. MAN 2 Kepulauan Meranti seakan ingin menegaskan, bahwa di tengah gelombang persoalan bangsa, doa bersama adalah cahaya yang akan selalu dinyalakan demi Indonesia yang damai, tenteram, dan penuh harapan. (HMS-DR)