0 menit baca 0 %

MAN 2 Kepulauan Meranti Laksanakan ANBK: Potret Pendidikan Berkualitas dari Ujung Negeri

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Dalam upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional, MAN 2 Kepulauan Meranti melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada 6 hingga 7 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan agenda nasional yang bertujuan untuk mengukur hasil belajar peserta didik secara menyeluruh...

Meranti(Kemenag)– Dalam upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional, MAN 2 Kepulauan Meranti melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada 6 hingga 7 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan agenda nasional yang bertujuan untuk mengukur hasil belajar peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif maupun non-kognitif.

Pelaksanaan ANBK di MAN 2 Kepulauan Meranti tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai refleksi atas kualitas pendidikan madrasah di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Dengan tiga komponen utama, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar, ANBK menjadi salah satu indikator penting dalam pemetaan mutu satuan pendidikan.

Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti, Syar’an Susilo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pembentukan generasi yang unggul dan berkarakter.

"Insha Allah, ANBK ini akan bermanfaat untuk masa depan kalian. Beruntunglah Ananda semua dipilih dan terpilih mengikuti asesmen ini, itu tandanya kalian luar biasa,” ungkapnya memberi semangat.

Sebelum asesmen dimulai, Pengawas Madrasah, Sri Hartini, turut hadir memberikan pengarahan serta meninjau langsung kesiapan teknis dan ruang pelaksanaan. Sri menyampaikan bahwa fasilitas yang tersedia telah memenuhi standar pelaksanaan.

"Alhamdulillah, fasilitas dan ruang sudah sangat layak untuk menyelenggarakan ANBK,” ujarnya.

ANBK dilaksanakan dalam tiga sesi setiap hari, yaitu pukul 07.20, 10.30, dan 14.10 WIB, dengan durasi sekitar 130 menit per sesi. Sebanyak 50 siswa kelas XI terlibat sebagai peserta, terdiri dari 15 peserta utama dan 5 peserta cadangan di setiap sesi.

Secara umum, pelaksanaan berlangsung lancar meskipun terdapat kendala teknis yang dapat diatasi dengan cepat. Operator pelaksana ANBK, Miskam, menyampaikan bahwa kendala jaringan yang sempat terjadi tidak mengganggu keseluruhan proses asesmen.

"Ada sedikit kendala jaringan, tapi Alhamdulillah bisa diselesaikan dan tidak berdampak signifikan terhadap pelaksanaan,” jelasnya.

ANBK juga meninggalkan kesan positif bagi para siswa. Salah satu peserta, Muhammad Sabiq, mengungkapkan rasa bangganya dapat mengikuti asesmen nasional ini.

"Awalnya saya gugup, tapi setelah tahu tujuannya untuk perbaikan pendidikan, saya merasa ini penting. Saya merasa dihargai karena pendapat dan kemampuan kami dinilai, bukan hanya dari nilai ujian biasa,” tuturnya.

Soal-soal yang diujikan dalam AKM mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi, sementara survei karakter menilai aspek gotong royong, kemandirian, dan integritas. Adapun survei lingkungan belajar menggambarkan pengalaman siswa selama mengikuti proses pembelajaran di madrasah.

Melalui pelaksanaan ANBK, MAN 2 Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan nasional. Dari wilayah pesisir terluar, madrasah ini terus bergerak membangun pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan, selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama RI menuju madrasah mandiri dan berprestasi. (T)