Meranti(Kemenag)- Aula MAN 2 Kepulauan Meranti pada Jumat, 15 Agustus 2025, dipenuhi suasana penuh semangat. Sebanyak 175 siswa mengikuti seleksi tingkat satuan madrasah Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025. Mereka duduk rapi di meja masing-masing, fokus mengerjakan soal demi mendapatkan tiket menuju tahap berikutnya.
OMI 2025 telah resmi dimulai melalui kick off nasional yang dilaksanakan secara online di Aula MAN 1 Bandung, Jawa Barat. Agenda ini menjadi pemicu semangat seluruh madrasah di Indonesia untuk menggelar seleksi internal. Bagi MAN 2 Kepulauan Meranti, ajang ini adalah awal dari perjalanan panjang yang menantang.
Seleksi digelar serentak di aula utama, mencakup enam bidang kompetisi: Kimia, Fisika, Biologi, Geografi, Ekonomi, dan Riset. Peserta datang dengan persiapan matang penuh persiapan dari hasil dari bimbingan guru dan latihan intensif. Koordinator pelaksana sekaligus Wakil Kepala Bidang Akademik, M. Taufik, menegaskan tingginya antusiasme peserta.
“Adapun mata bidang seleksi yang dikerjakan adalah Kimia, Fisika, Biologi, Geografi, Ekonomi, dan satu bidang Riset,” ujarnya. Taufik menambahkan, durasi ujian yang terbatas menjadi tantangan tersendiri, memacu ketelitian dan kecepatan berpikir peserta.
Dari setiap bidang, hanya tiga peserta terbaik yang akan dipilih untuk pembinaan lanjutan. Mereka akan mewakili MAN 2 Kepulauan Meranti di seleksi tingkat kabupaten, lalu berjuang menuju provinsi dan nasional.
Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti, Syar’an, memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
“Mohon doa dari semuanya, semoga utusan MAN 2 Kepulauan Meranti bisa mewakili hingga ke tingkat nasional,” katanya. Ia menegaskan bahwa target nasional bisa dicapai dengan kerja keras, doa, dan dukungan bersama.
Tidak hanya pihak sekolah, para peserta juga menunjukkan optimisme tinggi. Muhammad Zein, peserta bidang Biologi, mengaku bangga mendapat kesempatan ini.
“Saya merasa bangga bisa ikut seleksi ini. Persaingannya memang ketat, tapi ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan saya,” ujarnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa dukungan guru dan teman-teman menjadi motivasi terbesarnya.
Pelaksanaan seleksi berlangsung tertib. Pengawas memastikan peserta fokus, sementara suasana di dalam ruangan terasa serius namun positif. Sesekali terdengar gesekan pena dan bunyi kalkulator, menandai perjuangan peserta memecahkan soal.
Meski berada di bawah tekanan ujian, kebersamaan tetap terasa. Beberapa peserta saling memberi semangat sebelum ujian dimulai, sedangkan guru-guru memberikan doa dan nasihat terakhir. Semua menyadari bahwa jalan menuju OMI nasional tidaklah mudah, namun layak diperjuangkan.
Seleksi ini menjadi langkah awal. Peserta terpilih akan menjalani pembinaan intensif, memperdalam materi, mematangkan strategi, dan membentuk mental juara. Tujuannya adalah memastikan mereka siap menghadapi persaingan di tahap selanjutnya.
Saat seleksi berakhir, para peserta meninggalkan aula dengan rasa lega, penasaran, dan penuh harap. Bagi mereka, menang atau kalah hanyalah bagian dari proses. Yang terpenting adalah pengalaman berharga, pelajaran tentang kerja keras, dan keyakinan bahwa kesempatan akan datang bagi yang siap.
Bagi MAN 2 Kepulauan Meranti, OMI 2025 bukan hanya kompetisi akademik. Ia menjadi simbol kerja sama, dedikasi, dan cita-cita tinggi. Semangat yang terlihat hari itu membuktikan bahwa generasi muda madrasah siap mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (HMS-DR)