Tembilahan (Kemenag) – MAN 3 Indragiri Hilir menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Bertempat di ruang kelas MAN 3 Indragiri Hilir dilaksanakan pada Senin dan Selasa tanggal 6 - 7 Agustus 2024.
Pada pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengawas Madrasah Syamsudin, selaku pemateri atau narasumber tentang IKM dan seluruh warga MAN 3 Indragiri Hilir sebagai peserta IKM.
Acara dibuka dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan Do’a. Setelah itu, Kepala MAN 3 Indragiri Hilir Jon Kamil memberikan arahan dalam giat acara tersebut.
“Kurikulum kapan pun dapat berubah sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Maka, guru jangan sampai alergi perubahan. Sebagai garda terdepan dalam pendidikan, mereka harus responsif, adaftif serta aplikatif dalam menyikapi kurikulum merdeka tersebut”, kata Jon Kamil dalam arahannya.
Pengawas Madrasah Syamsudin dalam materinya menyampaikan tentang kebijakan Kemenag terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.
“Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Hal ini akan membuat konten akan lebih optimal dan peserta didik dapat mendalami konsep dan menguatkan kompetensi lebih baik. Kemudian dalam proses pembelajaran, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar. Hal ini memudahkan guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik”, ujar Syamsudin dalam pemaparan materinya.
“Dalam kurikulum ini, terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila. Dimana pemerintah memiliki tema tertentu yang sudah ditetapkan. Kemudian projek tersebut tidak bertujuan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu. Sehingga, bisa dikatakan bahwa projek tersebut tidak terikat pada konten mata Pelajaran”, tambahnya. (Ria)