Kampar ( Kemenag ) – Proses pembelajaran di MAN 3 Kampar pada Jumat pagi (2/5/2025) diawali dengan kegiatan muhadharah yang menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai keagamaan di lingkungan madrasah. Kali ini, materi yang diangkat adalah “Sujud Sahwi”, disampaikan oleh Rahmad, S.Pd.I, salah satu guru Pendidikan Agama Islam di madrasah tersebut, Jumat, 2/5/2025
Muhadharah dilaksanakan di Mushalla madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa serta dewan guru. Dalam penyampaian materinya, Rahmad menjelaskan bahwa sujud sahwi merupakan sujud tambahan yang dilakukan di akhir shalat karena adanya kekhilafan ringan seperti lupa jumlah rakaat atau ragu dalam bacaan shalat. Ia menekankan bahwa sujud sahwi tidak bersifat wajib, namun sangat dianjurkan sebagai bentuk penyempurnaan ibadah.
"Sujud sahwi adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya. Jika kita khilaf saat shalat, Allah masih beri ruang untuk memperbaikinya melalui sujud sahwi, tanpa harus mengulang seluruh shalat,” ujar Rahmad di hadapan para siswa.
Beliau juga menambahkan, kesalahan kecil seperti lupa tahiyat awal, ragu sudah rakaat ketiga atau keempat, atau kelebihan rakaat, bisa dikoreksi dengan dua kali sujud sahwi setelah tasyahud akhir dan sebelum salam (atau sesudah salam, sesuai pendapat mazhab).
Kegiatan ini mendapat perhatian antusias dari para siswa. Selain menjadi bekal dalam memperdalam pemahaman fikih, muhadarah juga menjadi sarana pembentukan karakter religius dan penguatan kecintaan terhadap ibadah.
Kepala MAN 3 Kampar, H. Sasra Putra, MA dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan secara konsisten.
"Kami ingin membangun budaya belajar yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tapi juga memperkuat nilai spiritual peserta didik. Muhadarah pagi adalah sarana yang efektif untuk itu,” ujarnya
Dengan adanya kegiatan rutin ini, MAN 3 Kampar berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Pungkas Sasra ( fatmi/Hms MAN 3 )