0 menit baca 0 %

MAN 4 Kampar Gelar Pesantren Kilat Ramadan, Khatam Al-Qur an Setiap Pagi

Ringkasan: Kampar (Kemenag) Setelah libur awal puasa sejak 27 Februari hingga 5 Maret 2025, siswa MAN 4 Kampar kembali aktif di madrasah dengan mengawali hari pertama mereka dengan shalat Dhuha berjemaah dan tadarus Al-Qur'an 30 juz setiap pagi selama bulan Ramadan.

Kampar (Kemenag) Setelah libur awal puasa sejak 27 Februari hingga 5 Maret 2025, siswa MAN 4 Kampar kembali aktif di madrasah dengan mengawali hari pertama mereka dengan shalat Dhuha berjemaah dan tadarus Al-Qur'an 30 juz setiap pagi selama bulan Ramadan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pesantren Kilat Ramadan yang berlangsung pada Kamis, 6 Maret 2025, di Aula Serbaguna MAN 4 Kampar dengan tema "Perkuat Iman & Takwa Melalui Puasa Ramadan". Seluruh siswa kelas X hingga XII serta tenaga pendidik dan kependidikan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Sebagai pembuka, kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan shalat Dhuha berjemaah, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an, di mana setiap kelas membaca satu juz dengan bimbingan wali kelas masing-masing. Dengan metode ini, MAN 4 Kampar berhasil mengkhatamkan 30 juz Al-Qur'an setiap pagi selama bulan Ramadan.

Kegiatan ini langsung dikoordinasikan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Sabar Budiono, S.Pd. Ia menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur an serta membiasakan mereka untuk selalu membaca dan memahami isinya.

"Kami ingin membangun kebiasaan baik bagi para siswa selama Ramadan dengan memastikan mereka aktif dalam tadarus dan shalat berjemaah. Target khatam Al-Qur an setiap pagi ini bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga bagaimana siswa lebih dekat dengan Al-Qur an dan menjadikannya pedoman hidup," ujar Sabar Budiono.

Kepala MAN 4 Kampar, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., juga menekankan bahwa kegiatan pesantren kilat ini menjadi momentum penting untuk membangun karakter islami siswa setelah menjalani libur awal puasa.

"Pesantren kilat ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin Ramadan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan adanya tadarus, shalat berjemaah, dan materi keislaman, kami berharap mereka semakin memahami makna Ramadan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Selain menanamkan nilai-nilai keislaman, wali kelas juga bertanggung jawab untuk melakukan absensi kehadiran guna memastikan seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan disiplin.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka terlihat khusyuk mengikuti setiap rangkaian acara dan aktif berpartisipasi dalam diskusi keislaman yang dipandu oleh pemateri. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa pesantren kilat ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam serta menambah wawasan mereka tentang ibadah selama Ramadan.

Dengan adanya program ini, MAN 4 Kampar berharap Ramadan menjadi momentum bagi siswa untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digalakkan sebagai bagian dari program pembinaan karakter dan akhlak mulia di lingkungan madrasah. (kj/Fatmi )