Kampa ( Kemenag )– Tangis haru dan suasana duka mendalam menyelimuti keluarga besar MAN 4 Kampar Plus Keterampilan atas wafatnya siswi kelas XII.B, Yulia, pada Jumat, 25 Juli 2025. Almarhumah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat perjalanan pulang dari madrasah, meninggalkan duka yang mendalam bagi guru, teman-teman sekelas, dan seluruh warga madrasah.
Kecelakaan terjadi di depan MTs Negeri 8 Kampar, Desa Balam Jaya. Saat itu, Yulia dijemput oleh kakaknya menggunakan sepeda motor. Gamis yang dikenakan terlilit roda motor, menyebabkan Yulia terjatuh dan mengalami cedera kepala berat. Ia sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.08 WIB sebelum mendapatkan penanganan medis penuh.
Pihak madrasah segera merespons. Wali kelas XII.B, Dian Ratu Pritama, S.Si., Gr., dan perwakilan guru hadir langsung di rumah sakit mendampingi keluarga, membantu menyelesaikan proses administrasi, dan memastikan semua keperluan kepulangan jenazah berjalan lancar. Dari rumah sakit, jenazah dibawa ke kediaman keluarga kerabat di Kualu Nenas, tempat almarhumah tinggal selama menuntut ilmu di MAN 4 Kampar.
Suasana di rumah duka penuh haru. Teman-teman sekelas Yulia hadir lengkap, begitu juga dengan para guru dan staf madrasah, termasuk tim Fardhu Kifayah MAN 4 Kampar yang dipimpin oleh Nur’aini, S.H.I., M.A. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata cinta dan penghormatan terakhir untuk almarhumah.
Namun karena orang tua kandung Yulia tinggal di kampung halaman di Pasaman, Sumatera Barat, jenazah akan dimakamkan di sana. Pihak keluarga dan madrasah saat ini masih menunggu surat perjalanan resmi dari desa setempat sebagai syarat pemberangkatan. Setelah semua siap, jenazah akan diberangkatkan menuju Pasaman dan seluruh proses fardhu kifayah secara lengkap akan diselenggarakan di sana oleh pihak keluarga.
Meskipun tidak dapat melaksanakan pemulasaraan jenazah secara penuh, MAN 4 Kampar telah hadir sejak awal, memberikan pendampingan rohani, dukungan emosional, dan bantuan teknis dengan sepenuh hati.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, “Kepergian Yulia sungguh membuat kami kehilangan. Ia adalah siswa yang baik, santun, dan cerdas. Kami memastikan ananda didampingi dengan hormat hingga kepergiannya. Doa kami mengiringi.”
Wali kelasnya, Dian Ratu Pritama, S.Si., Gr., turut menyatakan, “Yulia bukan hanya siswa, tapi sudah seperti anak sendiri. Seluruh teman-teman sekelas datang dengan air mata dan doa. Ini menunjukkan betapa berharganya Yulia di mata kami semua.”
Nur’aini, S.H.I., M.A., selaku pembina Fardhu Kifayah, menambahkan, “Kami tetap mendampingi hingga jenazah diberangkatkan. Meski tidak bisa menyelenggarakan fardhu kifayah sepenuhnya di sini, kami pastikan ananda dilepas dengan penuh penghormatan, doa, dan kasih.”
Duka ini bukan hanya milik keluarga Yulia, tapi juga milik seluruh civitas akademika MAN 4 Kampar. Kepergian Yulia menyisakan kehilangan, namun juga menghadirkan pelajaran tentang kasih, kepedulian, dan kuatnya nilai persaudaraan di lingkungan madrasah.
Selamat jalan, Yulia. Doa dan kenangan kami bersamamu. Al-Fatihah. (kj)