0 menit baca 0 %

MAN Teluk Kuantan Siapkan Progam Bilingual Class

Ringkasan: Teluk Kuantan (Humas)- Dalam rangka mempersiapkan program bilingual atau penggunaan dua bahasa dalam proses belajar mengatajar yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tahun 2012 mendatang, MAN Teluk Kuantan mulai mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) gur...
Teluk Kuantan (Humas)- Dalam rangka mempersiapkan program bilingual atau penggunaan dua bahasa dalam proses belajar mengatajar yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tahun 2012 mendatang, MAN Teluk Kuantan mulai mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) guru. Langkah awal adalah dengan mengirim tujuh orang guru MAN Teluk Kuantan untuk memperdalam Bahasa Inggris selama tiga bulan di Desa Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur. Menurut Kepala MAN Teluk Kuantan, Zulkifli, yang ditemui di Kanwil Kemenag Riau kemarin, proses pembelajaran tersebut akan berlangsung dari 30 April - 31 Juli 2011. Program tersebut berdasarkan inisiatif pihak sekolah dalam rangka mempersiapkan program Bilingual Class yang mulai berlangsung tahun ini, dan akan efektif pada tahun 2012 mendatang. "Untuk tahap awal kita akan membenahi dan mempersiapkan dulu SDM para guru, selanjutnya akan kita tingkatkan kemampuan siswa sehingga pada tahun 2012 program ini sudah dapat kita terapkan disekolah secara maksimal," ungkapnya usai pertemuan dan pelepasan di ruang rapat Ka Kanwil Kemenag Riau Jalan Sudirman Pekanbaru. Menurutnya, pada prinsipnya Bilingual Class menggunakan Kurikulum berbasis kompetensi yang diperkaya dengan kurikulum Internasional dengan materi ajar erat hubunganya dengan pengembangan life skills. Dimana, prose pembelajaran dilakukan secara kontextual, erat hubunganya dengan kehidupan sehari-hari. Pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Terkait dengan dipilihnya Desa Pare sebagai tempat pendidikan, Zulkifli mengatakan, karena daerah tersebut dikenal dengan Kampung Inggris, dimana bahasa keseharian yang digunakan mayoritas Bahasa Inggris. Selain itu, di daerah tersebut terdapat banyak lembaga kursus Bahasa Inggris, mencapai 80 an tempat. "Tujuh orang guru kita akan menempuh pendidikan di kampung inggris pare, tepatnya pada lembaga kursus Webster. Semoga ini bisa mempercepat program Bilingual Class di MAN Teluk Kuantan. Untuk itu, kita mengharapkan dukungan Kemenag dan Pemerintah, baik itu berupa dukungan program maupun materi. Karena untuk pendidikan para guru MAN Teluk masih menggunakan dana sekolah," harapnya. (msd)