Meranti (Inmas) - Mardiyo, S. Pd.I, Penyuluh Agama Non PNS Kemenag Kabupaten Kepulauan Meranti, mengingatkan Jamaah Surah Al Hidayah desa Gogok, tentang cara seorang muslim menghadapi kesusahan dan rasa takut.
Terlebih di masa Pandemi covid-19 ini yang menimbulkan rasa takut, susah, dan prihatin. Untuk menghilangkan rasa takut dan susah, sehingga ujian wabah coid-19 bisa berlalu setidaknya ada 2 ikhtiar yang bisa dilakukan dalam kehidupan sebagai seorang muslim dan seorang hamba.Pertama adalah menguatkan keimanan dan Kedua harus istiqomah. Sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Al Fusilat ayat 30.
Selanjutnya Ustadz yang selalu berpenampilan sederhana tersebut menyampaikan, bahwa dalam menanggapi segala sesuatu di dunia ini adalah dengan iman, dan Iman adalah sesuatu yang sangat mudah di ucapkan oleh lisan, namun harus lah dibenarkan oleh hati dan diwujudkan oleh anggota badan melalui sikap dan perbuatan kita sehari-hari.
Sedangkan Istiqomah, menurut sebagian Ulama memberikan penjelasan, ada 4 komponen atau rukun dari Istiqomah
1. Taat pada perintah Allah
2. Taqwa, takut pada larangan Allah
3. Syukur terhadap anugerah dan nikmat Allah
4. Sabar terhadap ujian yg diberikan Allah.
Sedangkan Kesempurnaan 4 komponen diatas tersebut ada pada 4 perkara yang wajib terpenuhi.
1. Taat kesempurnaan nya pada keikhlasan
2. Taqwa kesempurnaan nya pada Taubat
3. Syukur kesempurnaan nya ada pada pengakuan atas kelemahan dan kekurangan seorang hamba
4. Sabar kesempurnaan nya pada memperkuat ibadah. Pungkas mardio.( Mardio/Tim Inmas)
Mardio, Iktiar Seorang Hamba dalam menghadapi Kesusahan dan Rasa Takut.
Ringkasan:
Meranti (Inmas) - Mardiyo, S. Pd.I, Penyuluh Agama Non PNS Kemenag Kabupaten Kepulauan Meranti, mengingatkan Jamaah Surah Al Hidayah desa Gogok, tentang cara seorang muslim menghadapi kesusahan dan rasa takut.Terlebih di masa Pandemi covid-19 ini yang menimbulkan rasa takut, susah, dan prihatin.