0 menit baca 0 %

MASRIANA (PAI NON PNS) GELAR MAGHRIB MENGAJI, REKAN SEJAWAT SEDEKAH MAKANAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam Keme...

Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama.
Tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam Non PNS menyangkut beberapa hal, yaitu terkait dengan, Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an; Keluarga Sakinah; Pengelolaan Zakat; Pemberdayaan Wakaf; Produk Halal; Kerukunan Umat Beragama; Radikalisme dan Aliran Sempalan dan NAFZA dan HIV/AIDS.
Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki kelompok binaan minimal 2 (dua) kelompok, dan melakukan bimbingan/penyuluhan minimal 2 (dua) kali seminggu.
Terkait dengan Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Kuala Cenaku, atas nama Masriana melaksanakan Gerakan Maghrib Mengaji bersama Kelompok Binaan TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) Raudhatul Jannah, Masjid Al-Ikhsan, Desa Teluk Sungkai Dusun Rawang Pasir, Kecamatan Kuala Cenaku. Bersamaan dengan kegiatan tersebut, rekan sejawatnya, Nurhayati, S.Pd.I juga merupakan PAI Non PNS Kecamatan Kuala Cenaku bersedekah makanan terhadap anak didik/kelompok binaan Masriana. Sedekah makanan tersebut merupakan atas rasa syukur Nurhayati kepada Allah SWT atas bertambahnya usia anaknya, Aldo Tri Anugrah. Semoga berkah serta kelak menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua, ujar Masriana serambi mengucapkan terimakasih.
Diharapkan dengan Gerakan Maghrib Mengaji, anak-anak memanfaatkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan efektif untuk beribadah kepada Allah SWT dan memperdalam wawasan keagamaannya dan tidak menghabiskan waktunya untuk  hal-hal yang kurang bermanfaat. Gerakan Maghrib Mengaji adalah sebagai upaya menumbuh kembangkan minat dan kemampuan baca Al-Qur’an sekaligus upaya meminimalisir pengaruh negatif dari media teknologi informasi dan media elektronik serta upaya memakmurkan Masjid/Mushalla/Surau dengan kegiatan ibadah serta upaya meningkatkan kerjasama antara orang tua/masyarakat untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia melalui pembinaan karakter anak-anak dengan Gerakan Maghrib Mengaji.(tulang)