0 menit baca 0 %

Masuk Pesantren, Santri Harus Bangga

Ringkasan: Pekanbaru, 04/06 (Humas)- Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Panji Ade dalam kunjungannnya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Amin Kota Dumai mengatakan Santri harus bangga masuk pesantren, hal ini disampaikannya saat m...
Pekanbaru, 04/06 (Humas)- Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Panji Ade dalam kunjungannnya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Amin Kota Dumai mengatakan Santri harus bangga masuk pesantren, hal ini disampaikannya saat melakukan Kunjungan, sekaligus sosialisasi dan koordinasi dengan Majelis guru dan santri. Kunjungan tersebut (02/06) Kabid Pekapontren melihat secara langsung pembangunan RKB Ponpes Al Amin, kegiatan KBM serta memberikan pengarahan kepada seluruh majelis guru dan para santri. Pada kesempatan tersebut Kabid Pontren yang lihai dalam berbahasa Arab menyebutkan Santri Pondok Pesantren harus bangga masuk pesantren, jangan merasa minder dengan siswa yang belajar di sekolah umum. Mengapa demikian? H. Panji Ade menuturkan bahwa ilmu pendidikan Islam yang dimiliki santri lebih komplit dibandingkan dengan siswa sekolah umum. Saat ini banyak santri yang hafal al quran beserta terjemahannya, menguasai ilmu fikih, lancar berbahasa arab, serta ilmu-ilmu lainnya. Oleh sebab itu Santri harus bangga atas kemampuan yang dimilikinya. Selain itu Kabid juga menegaskan bahwa santri harus memperbanyak sosialisasi dengan masyarakat, hal ini sangat diperlukan sebab ilmu pendidikan Islam yang dimiliki harus dipraktekkan. Salah satu hal adalah bagaimana cara memandikan jenazah dan sholat jenazah, hal ini perlu kita pupuk sejak dini. Ujar Kabid. Saat ini berapa banyak lulusan santri yang sukses dalam melakoni kariernya, oleh sebab itu santri dihimbau untuk tidak minder dengan siswa sekolah umum. Kendati demikian Kabid Pekapontren menghimbau kepada seluruh Ponpes yang ada di Provinsi Riau untuk meningkatkan keterampilan serta menguasai teknologi informatika komputer. hal ini perlu kita ajarkan dari sekarang sehingga saat lulus nanti santri tidak merasa canggung dengan teknologi, sebab saat ini teknologi berkembang dengan pesat. Dalam kesempatan tersebut Kabd juga memberikan pertanyaan seputar Al Quran dan terjemahannya dan juga berbahasa Arab dengan santri. (nik)