Masyarakat Kunto Darussalam Sambut Ramadhan Bersama IPHI dan Kemenag
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan Jemaah Calon Haji (JCH) Kecamatan Kunto Darussalam menyambut bulan suci Ramadhan 1432 H bersempena dengan penutupan pra manasik haji yang tel...
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan Jemaah Calon Haji (JCH) Kecamatan Kunto Darussalam menyambut bulan suci Ramadhan 1432 H bersempena dengan penutupan pra manasik haji yang telah dilaksanakan sebanyak 11 kali, Kamis (21/7) di Masjid Raya Kota Lama Kunto Darussalam.
Hadir pada kesempatan itu, anggota IPHI kunto Darussalam, tokoh agama, tokoh masyarakat, JCH Kunto Darussalam, Ka KUA Knto Darussalam Ds Syafaruddin Plungan, JCH dan jamaah masjid. Hadir sebagai penceramah adalah Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA.
Dalam tausiyahnya Ahmad Supardi menyatakan bahwa Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan mulia, bulan mubarok, bulan turunnya Al Quran, bulan pelantikan Muhammad menjadi Nabi dan Rasul, bulan pencanangan gerakan membaca untuk pencapaian kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bulan yang lebih baik dari seribu bulan, dan predikat lainnya.
"Untuk itu, mari kita sambut bulan ini dengan penuh suka cita, sebab Ramadhan datang untuk kita dan membawa manfaat serta berkah bagi kita," ajaknya.
Ahmad menambahkan, dalam hadis disebutkan "Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan jasadnya dibakar api neraka". Pada hadis lain disebutkan "Kalau saja ummatku mengetahui apa yang terkandung dalam ramadhan, maka mereka akan berharap agar sepanjang tahun itu adalah Ramadhan".
"Kepada JCH kunto darussalam ka kan kemenag Rohul berpesan, agar JCH bersungguh sungguh dalam melaksanakan ibadah haji pada waktunya nanti di Arab Saudi, sebab ibadah haji itu mudah karena semua kegiatannya adalah bergerak, sedangkan yang bacaan sifatnya sunat. Yang penting penghayatannya. Sehingga setelah haji nanti, akan selalu bergerak dinamis untuk berjuang demi tegaknya agama islam di negeri seribu suluk ini," harapnya. (ash)