Siak (Kemenag) - Menjelang keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Siak tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Siak menggelar rapat persiapan keberangkatan JCH Kabupaten Siak yang dipimpin langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Fauzi Asni, di Ruang Rapat Sri Indrapura, Jumat (2/5/2025). Tahun ini, sebanyak 333 JCH asal Kabupaten Siak yang bergabung dalam Kloter - BTH 11 akan diberangkatkan menuju Embarkasi Batam pada 11 Mei 2025 dan 5 JCH yang tergabung dalam Kloter - BTH 15 berangkat pada 16 Mei 2025. Â
Dalam arahannya, seperti dilansir dari laman Diskominfo Siak, Pj Sekda Fauzi Asni menekankan pentingnya pengelolaan waktu dan komunikasi antar pihak terkait, khususnya dalam proses keberangkatan dari kecamatan menuju titik kumpul di Pelabuhan Tanjung Buton. "Kita sepakati, pukul 09.30 pagi semua jamaah sudah harus ada di Pelabuhan Buton. Jadi, setiap kecamatan perlu mengatur waktu keberangkatan dengan baik, mulai dari drop penumpang dan drop barang. Komunikasi harus baik antara kita semua, dan gunakan fitur live location agar kami bisa memantau," ungkap Fauzi.
Plt. Kepala Bagian Kesra Setdakab Siak, Aditya juga menyampaikan kesiapan dari Pemerintah Kabupaten Siak untuk mendukung kelancaran keberangkatan JCH ke Tanah Suci. “Alhamdulillah, tahun ini Pemkab Siak telah menyediakan fasilitas keberangkatan jamaah calon haji kita, nantinya kita akan saling berkoordinasi agar semua berjalan lancar," sebutnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Siak telah menyediakan 9 unit bus untuk mengantar jamaah dari kecamatan ke Pelabuhan Tanjung Buton, serta 2 kapal laut yang akan mengantar mereka menuju Batam. Tak hanya itu, 3 unit truk khusus disiapkan untuk mengangkut koper jamaah, yang sudah standby di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Siak.
Sementara itu, H. Wandi Utama mewakili Kepala Kankemenag Kabupaten Siak menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan jamaah, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia. "Ada sekitar 263 jamaah berusia 51 tahun lebih yang menjadi perhatian kita bersama mengingat resiko-resiko yang tidak kita inginkan, mulai dari keberangkatan dan drop dari bus ke kapal. Jadi demi kondisi fisik mereka kenyamanan juga perlu diperhatikan selama keberangkatan," kata dia. (Hd)