0 menit baca 0 %

Matangkan Program Madrasah Andalan, Kemenag Taja Seminar Pendidikan 2011

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Untuk lebih mematangkan program Madrasah Andalan di Provinsi Riau, Bidang Mapendais Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau menggelar Seminar Pendidikan 2011 dengan tema Mewujudkan Pendidikan Bermutu Melalui Madrasah Andalan di MAN 1 Pekanbaru, Senin (2/5)...
Pekanbaru (Humas)- Untuk lebih mematangkan program Madrasah Andalan di Provinsi Riau, Bidang Mapendais Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau menggelar Seminar Pendidikan 2011 dengan tema Mewujudkan Pendidikan Bermutu Melalui Madrasah Andalan di MAN 1 Pekanbaru, Senin (2/5) kemarin. Hadir sebagai pembiacara Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Dekan UNRI Prof Dr Isjoni M Si, dan Dekan Fak Keguruan UIN Dr Hj Helmiyati M Ag dengan peserta dari Kepala Madrasah se Riau. Dalam pemaparannya, Ka Kanwil Kemenag Riau Drs H Asyari Nur SH MM, menjelaskan, madrasah andalan yang diprogram oleh Kemenag Riau sejak 2010 lalu merupakan upaya menciptakan SDM yang benar- benar handal dibidang teknologi dan agama. Prestasi yang harus diraih siswa siswi andalan adalah prestasi dibidang akademik, seperti fisika, kimia, matematika, bahasa asing, penelitian ilmiah dan bidang keilmuan lainnya. Sedangkan yang menjadi standar Madrasah Andalan adalah kemampuan berbahasa Internasional bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin, terbangunnya kerjasama dengan dunia usaha dan Industri, melestarikan seni budaya Islam (Tamaddun Islam) dan seni budaya Daerah dan tersalurkannya alumni madrasah ke madrasah/ sekolah atau perguruan tinggi favorit. "Melalui seminar kali ini kita berupaya meningkatkan mutu kinerja Madrasah agar dapat mengarah kepada mewujudkan tujuan pendidikan Nasional secara optimal dalam mengembangkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab, dan memiliki daya saing pada taraf internasional melalui program Madrasah Andalan," jelasnya. Selain itu, kata Asyari, tujuan khusus program Madrasah Andalan di Riau dalam rangka meningkatkan mutu madarasah dalam menyiapkan lulusan MI, MTs, MA yang memiliki kompetensi seperti yang tercantum dalam Standar Kompetensi Kelulusan, serta memiliki daya saing pada tingkat lokal, nasional dan Internasional yang memilki karakter seperti meningkatnya keimanan dan ketaqwaan, serta berakhlak mulia, meningkatnya kesehatan rohani dan jasmani, meningkatnya mutu kelulusan dengan standar yang lebih tinggi daripada standar kompetensi kelulusan nasional, menguasai ilmu pengatahuan dan teknologi,Siswa termotivasi untuk belajar mandiri, berpikir kritis dan kreatif, dan inovatif, menguasai penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa mandarin, dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi yang bekualitas, dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja lokal, nasional, bahkan internasional, mampu membudayakan budaya yang Islami dan upaya percepatan peningkatan mutu madrasah "Sebagai langkah awal kita telah menetapkan beberapa yang dijadikan sasaran program Madrasah Andalan yaitu, MAN 1 Pekanbaru, MTsN Pekanbaru, MTsN Bukit Raya Pekanbaru, MTsN Muara Fajar Pekanbaru, MIN 1 Pekanbaru, MIN 2 Pekanbaru, dan MIN 3 Pekanbaru. Jika ini dapat kita jalankan, maka madrash lain di Riau akan menyusul," ungkapnya. Sementara itu, Dekan Fak Keguruan UIN Dr Hj Helmiyati M Ag sangat mendukung program yang dicanangkan oleh Kemenag Riau tersebut. Menurutnya, mengingat madrasah yang menjadi sasaran Madrasah Andalan terdiri dari berbagai jenjang yang berbeda yaitu MI, MTs, dan MA, maka rumusan visi, misi & tujuan perlu disesuaikan dengan jenjang pendidikan tersebut. Menurutnya, reformulasi visi-misi dan tujuan kelembagaan membutuhkan kerja kolektif antara pimpinan, para guru dan warga madrasah sasaran. Sebab, rumusan itu harus dapat diterima oleh semua pihak dan dapat dijalankan siapa saja yang berada di lingkungan institusi tersebut. "Tak ada salahnya bila kita belajar dari pengalaman sekolah Islam Terpadu yang mengintegralisasikan nilai-nilai Islam ke dalam bangunan kurikulum; mengedepankan qudwah hasanah dalam membentuk karakter peserta didik dan lain sebagainya," sarannya. (msd)