Bengkalis
(Inmas) - Setelah Kegiatan manasik haji dibuka secara resmi oleh Kementerian
Agama (Kemenag) Bengkalis, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis melanjutkan
dengan materi yang pertama dengan menghadirkan Hj. Siti Asmawati dengan tema "Tata Kelola Daging Hadyu
(DAM)".
Penyuluh
Agama Islam Kecamatan Bengkalis, Ramlan, S.Pd.I, bertindak sebagai moderator
dalam sesi pertama manasik haji ini. Ramlan membuka acara dengan menyampaikan
ucapan selamat datang kepada seluruh CJH dan para undangan yang hadir. Beliau
juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenag Bengkalis dan KUA Kecamatan
Bengkalis atas penyelenggaraan kegiatan manasik haji ini.
Dalam
materinya, Hj. Siti Asmawati menjelaskan
tentang pentingnya tata kelola DAM yang baik dan benar. Beliau menekankan bahwa
DAM merupakan kewajiban bagi CJH yang mampu dan merupakan bagian dari ibadah
haji. Tata kelola DAM yang baik akan memastikan bahwa daging yang dibagikan
kepada fakir miskin di Mekah adalah daging yang halal, sehat, dan berkualitas.
Hj.
Siti Asmawati juga menjelaskan tentang standarisasi harga DAM yang telah
ditetapkan oleh Kementerian Agama. Beliau menekankan bahwa CJH harus membeli
DAM dari penyedia resmi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Agama. Selain itu,
proses pembayaran DAM juga harus dilakukan dengan cara yang transparan dan
akuntabel.
Tata
kelola DAM yang baik dan benar penting untuk memastikan keselamatan CJH, CJH diharapkan dapat mengikuti materi ini
dengan seksama dan menerapkannya dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan
manasik haji ini merupakan salah satu upaya KUA Kecamatan Bengkalis untuk
memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman yang memadai bagi CJH sebelum
berangkat ke Tanah Suci. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan CJH dapat
melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.