Bengkalis
(Kemenag) Salah seorang pengurus Lembaga Adat Melayu Riau
(LAMR) Heri Budiman yang kerap dipanggil pak Ngahatau Ngah Budi berkesempatan
menyampaikan materi Adab dan Seni Budaya Melayu Riau dan menghadiahkan sebuah
buku dengan judul BENGKALIS WITH LOVE di kegiatan MATSAMA MTsN 4 Bengkalis Jum'at, 05/07//2024.di MTsN 4 Bengkalis.
Materi Adab dan Seni Budaya
Melayu Riau disampaikan Ngah Budi di hadapan 120 Siswa/I baru MTsN 4 Bengkalis
untuk TA 2024-2025 setelah sebelumnya menerima surat permintaan tertulis dari Ketua
PPDB MTsN 4 Bengkalis Rosanti untuk mengisi materi pada MATSAMA MTsN 4 Bengkalis.
Rosanti mengatakan melalui kegiatan
Matsama ini kita akan berusaha mengedepankan adab dan akhlak bagi para generasi muda yang kini mulai mengalami
degradasi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.
"Urgensi diberikannya
materi adab dan seni budaya melayu adalah dikarenakan adab dan seni budaya
melayu bersendikan syara' dan kitabullah sehingga jika telah mengikuti adab dan
seni budaya melayu maka secara tidak sadar kita telah menjalankan syariat
islam". Ujar Rosanti
Heri Budiman atau Ngah Budi.dalam
penyampaian materinya menjelaskan sejarah melayu di kawasan Desa Petani dan Buluh Manis, Adab Berpakaian dan Adab Berbahasa
seperti menyanyikan gurindam, bersyair dan juga berpantun.
Menurut Ngah Budi, Adab dan Seni Budaya Melayu perlu
diperkenalkan sejak dini agar tercipta toleransi antar suku dilingkungan Desa Petani
Kecamatan Bathin Solapan. Ngah Budi juga
telah merangkum tradisi melayu itu ke dalam satu buku berjudul BENGKALIS WITH
LOVE yang ditulis oleh empat tokoh dan orang salah satunya adalah Ngah Budi
dengan harapan bisa akan membantu anak-anak dan generasi muda untuk lebih
mengenal tradisi nya sendiri.
"Kalau kata pepatah dimana bumi di pijak, disitu langit dijunjung
.Hormatilah orang- orang tempatan, dan orang tempatan juga marilah saling
menghormati karena dalam ruang lingkup kehidupan kita tidak terdiri dari satu
suku sahaja melainkan ada suku-suku lainnya". Ungkap pak ngah.
Dalam kesempatan itu Ngah Budi
juga mempraktikkan dan menjelaskan langsung pemakaian satu persatu atribut pakaian
melayu lengkap pada salah satu siswa agar lebih jelas serta melanjutkan dengan menyanyikan
gurindam 12 Raja Ali Haji pasal ke-12 secara bersama-sama.
Melalui kegiatan MATSAMA ini, Kepala
MTsN 4 Bengkalis Asni sangat menginginkan agar siswa/i nya lebih diajarkan betul
untuk bersopan santun sehingga siswa-siswi akan mengenal lingkungannya dan mampu
berkomunikasi secara langsung mau pun tidak langsung (via handphone) dengan
tetap bersikap sopan santu kepada guru, berakhlak dan berbudaya sesuai visi,
misi dan tujuan madrasah itu sendiri. (*)