Tembilahan (Kemenag) - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sungai Laut, Kecamatan Tanah Merah, pada Sabtu (20/9/2025) berlangsung khidmat. Acara yang digelar oleh majelis ibu-ibu Yasinan dan PKK Desa Sungai Laut ini dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam (PAI)
Kecamatan Tanah Merah, Muhammad Yusup, tidak hanya memimpin doa, tetapi juga
memberikan tausiyah singkat. Ia memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan dua
hal penting, yaitu sosialisasi Gerakan Ayo Sedekah (GAS) dan bahaya nikah siri.
"Nikah siri membawa banyak kerugian, terutama bagi
perempuan dan anak-anak," ujar Muhammad Yusup. "Anak yang lahir dari
pernikahan siri tidak memiliki legalitas hukum dan tidak bisa mendapatkan
hak-haknya secara penuh, seperti pengakuan dari negara."
Yusup menekankan bahwa pernikahan harus dicatat secara resmi
oleh negara agar hak dan kewajiban pasangan suami-istri serta anak-anak
terlindungi.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi
dalam program GAS, sebuah inisiatif untuk menggerakkan kepedulian sosial
melalui sedekah. Ia berharap program ini dapat membantu meringankan beban
masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan Maulid ini mendapat sambutan positif dari
masyarakat, yang merasa mendapatkan pencerahan dan informasi penting dari
penyuluh agama. (Ria)