Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, Kamis, 04 September 2025 – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ?, seluruh pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, mengadakan kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani sebagai bentuk penguatan nilai-nilai spiritual dan pembinaan akhlak Islami di lingkungan kerja.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh seluruh ASN serta tenaga kependidikan yang bertugas di KUA Singingi Hilir. Bertempat di aula KUA, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna, menghadirkan pesan-pesan keteladanan dari sosok agung Rasulullah ?.
Petugas Kegiatan:
Acara ini dipandu oleh petugas-petugas internal KUA Singingi Hilir, di antaranya:
MC: Kholbi Hidayat, S.Ag., MH
Pembaca Al-Qur'an: Atifah Warnis, A.Ma
Pemberi Tausiyah: Ahmad Fahrudin, S.Ag
Pembaca Doa: Mahyu Budiman, S.Pd.I
Dengan tema “Empat Sifat Mulia Nabi Muhammad ? yang Wajib Diamalkan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk merenungkan kembali akhlak luhur Rasulullah yang patut diteladani dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, khususnya di lingkungan kerja pelayanan publik.
Dalam tausiyahnya, Ahmad Fahrudin, S.Ag menekankan pentingnya setiap pegawai KUA meneladani sifat-sifat utama Nabi Muhammad ? yang menjadi fondasi dari akhlak mulia:
1. Shidiq (Jujur)
 Nabi adalah simbol kejujuran, bahkan sebelum diangkat menjadi rasul. Dalam bekerja, kejujuran harus menjadi prinsip utama, karena Allah mencintai orang-orang yang jujur.
2. Amanah (Dapat Dipercaya)
 Seorang pegawai pemerintah adalah pemegang amanah dari rakyat dan negara. Tugas-tugas harus dilaksanakan dengan tanggung jawab dan integritas tinggi.
3. Tabligh (Menyampaikan)
 Pegawai KUA harus aktif menyampaikan kebaikan, ilmu, dan bimbingan kepada masyarakat, tanpa menyembunyikan kebenaran atau membiarkan kebodohan berkembang.
4. Fathnah (Cerdas dan Bijaksana)
 Dalam memberikan layanan, diperlukan kecerdasan emosional dan kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan masyarakat.
Seluruh pegawai menyampaikan rasa syukur dan harapan besar agar kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin, sebagai bentuk penyegaran spiritual di tengah rutinitas pekerjaan.
 “Peringatan Maulid ini bukan hanya seremoni, tetapi momentum memperbaiki diri. Semoga kita dapat benar-benar meneladani akhlak Rasulullah dalam bekerja dan bermasyarakat,” ujar salah satu pegawai.
 “Dengan kegiatan ini, kami diingatkan kembali bahwa tugas kami bukan hanya administratif, tetapi juga pelayanan yang penuh kasih, kejujuran, dan keteladanan.”
Harapan Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, S.Ag.:
Kepala KUA, Zulfikar Ali, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan pentingnya membangun karakter spiritual di lingkungan KUA.
 “Maulid bukan sekadar memperingati kelahiran Rasulullah ?, tetapi bagaimana kita menghidupkan kembali akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks kerja, mari kita jadikan sifat jujur, amanah, tabligh, dan fathanah sebagai prinsip kerja dan pelayanan. Masyarakat datang ke KUA dengan harapan, maka sambutlah mereka dengan kebaikan seperti yang Nabi ajarkan,” tuturnya.
Beliau juga berharap, pembinaan seperti ini menjadi agenda rutin agar semangat keagamaan terus terjaga dan terinternalisasi dalam etos kerja pegawai.
Kegiatan pembinaan mental dan rohani ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar nyata dari KUA Singingi Hilir dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan profesional dalam pelayanan.
Semoga dengan semangat Maulid Nabi Muhammad ?, seluruh pegawai dapat semakin meningkatkan kualitas diri, pelayanan, serta menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan.(MB)