Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Kuantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat binaan. Melalui program Bimbingan Qur ani, para penyuluh melaksanakan kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur an di Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan, Kamis,13 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga binaan yang antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, makhrajul huruf, hingga praktik membaca Al-Qur an dengan tartil. Itu bagi peserta binaan yang sudah bisa sedikit-sedikit baca Al-Qur'an dan bagi yang masih iqra', peserta bimbingan diajar cara membaca Huruf -Huruf Hijaiyah.
Salah seorang penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah, Ernawati, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk lebih dekat dengan Al-Qur an serta menumbuhkan kesadaran spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Kami ingin membekali mereka dengan kemampuan membaca Al-Qur an agar setelah bebas nanti bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak Qur ani, ujar Ernawati.
Penyuluh agama Islam yang pergi ke lapas adalah : Lasmiadi, Fitro Hamdani, Ernawati, Karnaini, Ramdanil dan Ernita. Sementara Penyuluh Agama Islam lainnya sedang acara juga ditempat lain dalam waktu yang bersamaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lapas sangat penting dalam membentuk karakter dan mental warga binaan.
Kegiatan bimbingan seperti ini sangat membantu kami dalam pembinaan rohani. Harapan kami, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, ungkapnya.
Melalui Bimbingan Qur ani ini, para Penyuluh Agama Islam berharap mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur an serta memberantas buta aksara Al-Qur an di kalangan warga binaan, sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang religius dan berakhlakul karimah.(Pri)