0 menit baca 0 %

MELALUI BINA KELUARGA LANSIA MELATI RAWAT KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Bina Keluarga Lansia (BKL) Melati yang terdapat di Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, terbentuk pada 5 Januari 2013, dimulai dengan 15 orang anggota.Memasuki usianya yang ke delapan tahun, anggota BKL Melati yang anggotanya berusia antara 40 sampai dengan 75 tahun...

Indragiri Hulu, (Inmas). Bina Keluarga Lansia (BKL) Melati yang terdapat di Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, terbentuk pada 5 Januari 2013, dimulai dengan 15 orang anggota.
Memasuki usianya yang ke delapan tahun, anggota BKL Melati yang anggotanya berusia antara 40 sampai dengan 75 tahun kini telah memiliki anggota sebanyak 120 orang.
Anggota dan Pengurus BKL Melati terdiri dari berbagai keyakinan/agama yang diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pendeta Andreas Susanto Suhardi, M.Th (urut enam dari sisi kiri pada gambar) yang juga merupakan anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kab. Inhu sekaligus juga pimpinan GPdi Air Molek merupakan Penasehat BKL Melati.
Selasa, 5 Januari 2021 digelar acara sederhana hari ulang tahun BKL Melati yang kedelapan, turut hadir Ketua PKK Kecamatan Pasir Penyu, Dardanella, A.Md sekaligus merupakan Pembina BKL Melati.
Dalam sambutannya, Ketua BLK Melati Sri Rezeki berharap agar kebersamaan tanpa membedakan agama yang telah terlaksana dengan cukup baik agar tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi.
Usia dan agama yang dianut bukanlah penghalang dalam kebersamaan untuk melakukan kegiatan sosial, baik untuk anggota maupun masyarakat lainnya, demikian disampaikan Sri Rezeki.
Kepada Inmas Kankemenag Kab. Inhu Pdt. Andreas menyampaikan bahwasanya BKL Melati telah menoreh prestasi, baik untuk tingkat Kabupaten Inhu, Provinsi Riau maupun tingkat nasional.
Selaku Penasehat, Pdt Andreas menghimbau kepada anggota yang hadir agar BLK Melati tetap dapat menjadi salah satu contoh bentuk nyata daripada Kerukunan Umat Beragama.
Perbedaan Suku Agama Ras dan Adat merupakan suatu kenyataan dan mari kita berdayakan kenyataan itu untuk menjadi suatu kekuatan dalam memelihara kebersamaan maupun Kerukunan Umat Beragama.
Acara diakhiri dengan pemotongan kue oleh ibu Toibah selaku anggota tertua.(tulang)