0 menit baca 0 %

Melestarikan Tradisi, Siswa MAN 2 Kepulauan Meranti Gelar Kegiatan Bakar Lemang

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Dalam rangka melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan budaya Melayu kepada generasi muda, seluruh siswa kelas X MAN 2 Kepulauan Meranti melaksanakan kegiatan Bakar Lemang. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari tema Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5R...

Meranti(Kemenag)- Dalam rangka melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan budaya Melayu kepada generasi muda, seluruh siswa kelas X MAN 2 Kepulauan Meranti melaksanakan kegiatan Bakar Lemang. 

Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari tema Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5RA) dengan fokus pada pelestarian kearifan lokal.

Lemang merupakan makanan khas Melayu yang berbahan dasar beras ketan dan santan, dimasak menggunakan bambu yang dilapisi daun pisang. Proses pembuatannya yang unik, yaitu dengan dibakar di bara api, menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.

Kegiatan ini berlangsung di halaman MAN 2 Kepulauan Meranti pada Jumat(22/11/2024).

Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti Syar'an Susilo turut hadir dan memberikan apresiasi atas suksesnya kegiatan ini. Syar'an menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari guru, siswa, hingga pendukung kegiatan yang  lainnya.

“Kami berharap, melalui praktik langsung seperti ini, anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan secara mendalam. Ini juga menjadi salah satu cara mendekatkan mereka pada budaya lokal yang harus dilestarikan,” ujar Syar'an.

Syar'an berharap para siswa terus menjaga warisan budaya kita agar tetap hidup dan dikenal hingga ke seluruh penjuru dunia. 

Koordinator P5RA, Warisah menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai identitas bangsa. “Budaya Indonesia sudah banyak yang mendunia. Kita berharap makanan khas daerah seperti lemang juga bisa dikenal luas. Selain itu, anak-anak harus mampu mengolah makanan ini dengan baik dan benar,” ujar Warisah dalam sambutannya.

Kolaborasi antar mata pelajaran juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Pengampu mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) Untung Hasibuan dengan semangat memberikan panduan langkah-langkah pembuatan lemang. Mulai dari pemilihan bambu berkualitas, cara memarut kelapa dengan benar, hingga teknik membungkus daun pisang untuk memastikan hasil yang sempurna.

“Pastikan semua bahan, seperti beras ketan, bambu, dan daun pisang, dalam keadaan bersih. Kebersihan adalah kunci utama dalam memasak makanan tradisional seperti lemang,” pesan Untung sambil memperagakan cara menggulung daun pisang yang benar.

Proses pembakaran memakan waktu kurang lebih lima jam. Meski membutuhkan kesabaran, hasilnya sepadan. Ketika lemang akhirnya matang, aroma yang harum dan tekstur lembutnya sukses memikat para siswa.

“Lezat dan nikmat rasanya! Saya jadi ingin membuat lagi nanti saat bulan Ramadhan,” ungkap Afi, salah satu siswa, dengan penuh antusias setelah mencicipi hasil masakannya sendiri.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar mengenalkan makanan khas daerah, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya melestarikan tradisi. Melalui kolaborasi antarmata pelajaran, siswa tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga menerapkan nilai-nilai kerja sama, ketekunan, dan kreativitas.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para siswa dan dukungan penuh dari pihak sekolah, kegiatan seperti ini diharapkan menjadi agenda rutin di MAN 2 Kepulauan Meranti. Selain menanamkan kebanggaan terhadap budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi media edukasi yang menyenangkan bagi siswa.

“Tradisi adalah jati diri kita. Dengan mengenalkan budaya lokal, kita tidak hanya melestarikannya, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya,”  ujar Warisah dengan penuh harap. (HMS-DR)