Meranti (Kemenag)– MAN 1 Kepulauan Meranti berkerjasama dengan Mahasiswa KKN Desa Banglas dari Universitas Riau berhasil menghasilkan beberapa produk batik ecoprint yang menawan.
Hasil karya siswa MAN 1 Kepulauan Meranti tentu saja menarik perhatian Kepala Madrasah, Nuryaningsih, Kamis (22/8/2024). Menurutnya, perpaduan warna dan hasil alam yang menyatu dalam kanvas putih menghasilkan produk ecoprint yang dapat dikatakan layak untuk dijual di pasaran.
Ditelisik dari sisi terminologi, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print artinya cetak. Sistem dengan menjiplak dedaunan kemudian merebusnya, tidak berbeda dengan pembuatan batik, maka istilah ini sering dikenal dengan ecoprint. Akan tetapi, motif yang dihasilkan dari ecoprint ini tampak kontemporer dibandingan dengan motif yang biasa mewarnai batik pada umumnya yang terkesan klasik.
Menurutnya, seiring berkembangnya dunia fashion yang menuntut kenekaragaman model serta corak (motif) kain, turut mendorong ecoprint menjadi salah satu trend yang diminati para penikmat fashion. MAN 1 Kepulauan Meranti sebagai madrasah yang di dalamnya menyediakan Pengembangan diri siswa juga melirik ecoprint sebagai salah satu seni yang didalami.
Ide produksi batik ecoprint MAN 1 Kepulauan Meranti ini tidak terlepas dari peran guru Biologi, Siti Maria Ulva dan ide ecoprint akhirnya mendapat dukungan dari Nelli Murni selaku Waka Kurikulum MAN 1 Kepulauan Meranti.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada guru pendamping dan mahasiswa yang telah membimbing peserta didik MAN 1 Kepulauan Meranti", ungkap Nuryaningsih.
Nuryaningsih juga berharap kedepan dilakukannya pengembangan dari keterampilan ecoprint yang telah dihasilkan ini juga pengembangan keterampilan lainnya yang memanfaatkan hasil alam.
Estetika dalam seni, pemanfaatan dedaunan sisa ecoprint juga dapat diolah menjadi pupuk. Sehingga dengan menggunakan ecoprint tidak sekadar memanfaatkan semata dan meninggalkan residu, akan tetapi sisa atau residu yang dihasilkan masih dapat dialihkan untuk pembuatan produk lainnya. (ian)*