Kampar (Kemenag) – Musim Haji Tahun
2025 telah memasuki fase akhir, dimana para jamaah haji sudah mulai pulang kembali
ke tanah suci. Kanwil Kemenag Provinsi Riau dalam hal ini ditangani oleh Bidang
Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), laksanakan Rapat Koordinasi via daring Zoom
Meeting pada Senin (16/6/2025). Diundang seluruh Kepala Kantor Kemenag
Kab/Kota, Kepala Seksi PHU Kemenag Kab/Kota, dan Tim Humas seluruh Kemenag
Kab/Kota di Provinsi Riau.
Rapat yang dilaksanakan pada pukul
14.00 WIB ini dibuka oleh Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau, Defizon, dan
dilanjutkan pengarahan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi. Dalam
arahannya Muliardi menyampaikan bahwa kondisi jamaah haji asal Riau seluruh
kloter alhamdulillah sukses dan lancar, tidak ada kendala yang terlalu berarti.
“Saya harapkan kepada seluruh Kakan
Kemenag ataupun Kasi PHU dari Kemenag Kab/Kota yang ikut menyambut para jamaah
di Batam, mohon sambut dan layani mereka dengan sebaik-baiknya seperti saat
Bapak-Bapak sekalian mengantarkan dulu,” pinta Muliardi.
Ada perubahan system baru yang
menjadi perhatian di musim haji tahun ini. Yakni perubahan atas penetapan
Kloter menjadi Syarikah. Perubahan sistem kloter haji menjadi sistem syarikah
pada tahun 2025 menandai transformasi layanan haji dari berbasis wilayah ke
berbasis perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan
bagi jemaah haji Indonesia.
Tidak lupa, Muliardi mengingatkan
kepada tim Humas dari seluruh Kemenag Kab/Kota untuk informasikan pelaksanaan
haji tahun ini secara massive di media-media baru, terstruktur, dan sistematis.
“Massive-kan pemberitaan haji kita
di platform Instagram, TikTok, X, dan media lainnya. Satukan komando untuk menyebarluaskan
bahwa jamaah haji kita baru saja kembali dari perjalanan spiritualnya dengan gegap
gempita,” ucap Muliardi kembali.
Meskipun penyelenggaraan haji tahun
ini terbilang sukses, kendala-kendala tentu tak akan luput. Ikut langsung sebagai
Tim Monev ke Tanah Suci, Muliardi menyampaikan beberapa hal yang menjadi
kendala jamaah haji terlebih Ketika puncak haji atau sering disingkat dengan Fase
Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Seperti adanya keterlambatan pembagian
catering di beberapa titik jamaah ataupun terlambatnya kartu nusuk.
“Namun hal tersebut bisa diatasi
dengan bai katas bantuan dari para petugas haji dan otoritas setempat. Inilah
yang harus menjadi evaluasi bagi kita bersama,” tutupnya.
(Cicy/Fatmi/Agus)