Bangkinang Kota ( Kemenag )---Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah Yayasan Lajnah Khairiyyah Musytarakah melalui Pondok pesantren Al-Utsaimin menggelar kegiatan bertajuk “Dauroh Syar’iyyah Parenting Guru dan Workshop Pembelajaran Mendalam, Koding AI” pada Jumat–Sabtu, 18–19 Juli 2025.
Acara yang dilaksanakan di Aula Ma’had Al-Utsaimin ini diikuti oleh para guru dari seluruh satuan pendidikan di bawah naungan yayasan, yakni Ma’had Al-Utsaimin, Ma’had Al-Fauzan, Ma’had Utsman bin Affan, dan SD IT Al-Utsaimin. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam bidang parenting islami serta penguasaan teknologi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok Al-Utsaimin, Dr. Isnen Azhar Lc.MH yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara ilmu syar’i dan penguasaan teknologi sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
“InsyaAllah melalui kegiatan seperti ini, kita bisa terus melahirkan guru-guru yang istiqamah dalam dakwah pendidikan, sekaligus peka terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan AI dan teknologi pembelajaran lainnya,” ujar Ustadz Isnen.
Sebelum sesi materi dimulai, laporan kegiatan disampaikan oleh Ustadz Viki Wahyudi, M.Pd selaku panitia pelaksana sekaligus Kepala SMA IT Al-Utsaimin. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara aspek tarbiyah ruhiyah dan kompetensi teknologi guru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan tim panitia atas partisipasi dan dukungan yang diberikan.
“Kita ingin membentuk profil guru yang tidak hanya profesional dalam bidangnya, tapi juga memiliki akhlak dan visi tarbiyah jangka panjang. AI bukan pengganti guru, tapi alat bantu yang mesti kita kuasai untuk kemajuan pendidikan Islam,” ujar Ustadz Viki.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama. Dr. Hidayatullah Ismail, Lc., MA, dosen UIN Suska Riau, membawakan materi parenting islami dan peran guru sebagai pembentuk karakter anak. Sementara itu, Pratama Benny Herlandy, S.Pd., M.Pd., Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mengupas strategi pembelajaran mendalam serta penerapan teknologi coding dan AI di kelas.
Selama dua hari pelaksanaan, suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi, mencoba langsung tools digital, serta menggali inspirasi baru dalam proses pembelajaran. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam transformasi pendidikan di lingkungan Yayasan Lajnah Khairiyyah Musytarakah mencetak guru-guru tangguh, cerdas, dan berakhlak Qur'ani. ( Fatmi/ Hms PP Al Utsaimin )