0 menit baca 0 %

Membentuk Remaja Berkarakter, KUA Pangkalan Kerinci Gelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMPN 2 Desa Makmur

Ringkasan: Pelalawan (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan Kerinci menggelar kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang diikuti oleh puluhan siswa dan siswi SMP Negeri 2 Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Pelalawan (Kemenag) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan Kerinci menggelar kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang diikuti oleh puluhan siswa dan siswi SMP Negeri 2 Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini berlangsung pada Senin pagi, 22 September 2025, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di lapangan sekolah setempat.

Kegiatan BRUS ini merupakan salah satu program pembinaan keagamaan dan karakter yang difokuskan kepada remaja usia sekolah, sebagai bentuk kepedulian Kementerian Agama dalam menangani persoalan remaja yang semakin kompleks di era digital saat ini. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman keagamaan yang kuat, menanamkan akhlak mulia, serta memberikan edukasi dini terkait larangan pernikahan usia anak dan bahaya bullying di lingkungan sekolah.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini lima orang Penyuluh Agama Islam yang aktif di wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci, yaitu Refna Hendrita, Nurlismawati, Riki Candra, Zulhasmi Zen, dan Hotman Simanjuntak. Kegiatan dibuka dengan apel pagi yang melibatkan seluruh peserta dan guru pendamping, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Desa Makmur. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kepada peserta didik.

“Bimbingan seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai moral dan spiritual siswa. Kami berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara rutin dengan kerja sama yang berkesinambungan antara pihak sekolah dan KUA,” ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya.

Selanjutnya, para penyuluh menyampaikan materi secara bergantian dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Masing-masing penyuluh menyampaikan materi yang beragam namun saling melengkapi, mulai dari pentingnya menjaga pergaulan, membangun empati antar teman, memahami batasan dalam hubungan remaja, hingga bahaya psikologis dari praktik pernikahan dini dan kekerasan verbal.

Selain ceramah interaktif, sesi tanya jawab dan diskusi ringan juga dilakukan agar peserta lebih aktif dan terlibat langsung dalam memahami isu-isu yang dibahas. Suasana yang terbuka dan hangat membuat para siswa merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat maupun pertanyaan.

Menurut Refna Hendrita, selaku koordinator tim penyuluh, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus Kementerian Agama dalam mendampingi generasi muda melalui pendekatan yang humanis dan edukatif. Ia berharap sinergi antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan menengah dapat terus ditingkatkan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu penyuluh agama, dengan harapan agar kegiatan BRUS menjadi ruang refleksi sekaligus bekal penting bagi siswa untuk memahami jati diri mereka. Dengan pendampingan yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap sesama dan lingkungannya.(dbs)