Pekanbaru (Humas-M4C) – Sebagai upaya pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan, sesuai dengan hakikat pendidikan, yang tidak hanya sebatas transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values. Program penguatan pendidikan karakter (PPK), yang didasari dari filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara, yakni tentang olah hati (etika), olah pikir (literasi), olah karsa (estetika), dan olah raga (kinestetik), di MAN 4 Kota Pekanbaru secara konsekuen terus dilakukan baik pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler madrasah. Baik sejak pada saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Normal, maupun PTM New Normal.
Seperti yang terlihat pada Kamis pagi (20/01/2022), para Warga Madrasah (Guru, Tenaga Kependidikan, dan Peserta Didik) sekira pukul 10.00 WIB selama sekiraan 20 menit menjedakan kegiatan PTM-nya untuk melaksanakan giat sholat dhuha di Mushola Al Fatih MAN 4 Kota Pekanbaru.
Pembantu Urusan Bidang Kesiswaan Madrasah, Aprianto, S.Pd saat dikonfirmasi, jelaskan bahwa PPK diimplementasikan melalui kegiatan tadarus/tadabur Al-Qur’an atau yang disebut fajar literasi, do’a dan zikir belajar bersama, pembiasaan sholat Dhuha, pelaksanaan sholat fardhu (Zhuhur/ Jum’at dan Ashar) berjama’ah, pembentukan akhlakul karimah melalui learner’s control, wiridan pekanan, kegiatan ekskul akademik maupun non-akademik, pembiasaan amaliyah jum’at, dan upacara bendera. “Akhirnya, tentu visi Madarsah untuk lahirnya Generasi Muslim Negarawan diharapkan dapat ter-optimasi dari rangkaian program PPK ini”, ujar Aprianto lagi.