0 menit baca 0 %

Memperkokoh Dasar Ideologi: MAN 1 Pekanbaru Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Ringkasan: Pekanabru (Kemenag) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru pagi ini, Rabu, (01/10/2025, melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan khidmat di Lapangan Utama madrasah. Agenda ini diselenggarakan sebagai respons kolektif terhadap Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal Kementerian...

Pekanabru (Kemenag) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru pagi ini, Rabu, (01/10/2025, melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan khidmat di Lapangan Utama madrasah. Agenda ini diselenggarakan sebagai respons kolektif terhadap Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 34 Tahun 2025, yang menggarisbawahi pentingnya seluruh satuan pendidikan untuk memperingati momen historis tersebut.

Upacara yang dimulai tepat pukul 06.40 WIB ini menjadi wadah untuk penegasan kembali nilai-nilai fundamental Pancasila sebagai benteng ideologi bangsa. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Pekanbaru, Yusniar, M.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Upacara, menyampaikan pidato yang substansial, mengajak seluruh sivitas akademika melakukan self-reflection dan menguatkan komitmen kebangsaan.

Yusniar M.Pd. menegaskan bahwa peringatan ini jauh dari sekadar ritual seremonial, melainkan sebuah momentum reflektif untuk menengok kembali tragedi 1965 yang menguji ketahanan ideologi negara. "Pancasila terbukti sakti. Ia menjadi perisai bangsa dari berbagai ancaman ideologi asing," tegasnya. Beliau menyoroti bahwa ancaman kontemporer kini beralih ke ranah yang lebih kompleks, mencakup disinformasi, polarisasi politik, dan upaya dekonstruksi persatuan melalui medium digital dan sosial.

Menambah bobot institusional, Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, M.Pd., menekankan bahwa peringatan ini merupakan upaya sistematis untuk menanamkan karakter kebangsaan di kalangan peserta didik.

"Peran madrasah hari ini adalah menciptakan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga teguh secara ideologis," ujar Norerlinda. "Kita harus memastikan bahwa Pancasila tidak hanya dihafal sebagai teks, tetapi diamalkan sebagai etos menjunjung toleransi, mengedepankan musyawarah, dan menjaga persatuan dalam keberagaman. Inilah warisan terbaik bagi para pahlawan bangsa."

Pelaksanaan upacara dipimpin oleh Kelompok Pasukan Khusus (PASUS) madrasah, menunjukkan kedisiplinan dan profesionalitas.

Seluruh peserta upacara diwajibkan menaati ketentuan seragam yang ditetapkan, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan seragam Korpri, staf non-ASN mengenakan seragam putih-hitam, dan seluruh siswa mengenakan seragam Pramuka, mencerminkan tertib administrasi dan disiplin institusi.

Dalam penutup pidatonya, Yusniar M.Pd. sekali lagi menggarisbawahi urgensi internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, "Selama kita setia pada Pancasila, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh, adil, dan beradab," pungkasnya, mengakhiri upacara dengan ajakan mendoakan para pahlawan yang telah gugur demi tegaknya landasan filosofis negara. (Humas Mansa)