0 menit baca 0 %

Memperkuat Hafalan Santri, Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Gelar Ujian Muhafadzoh

Ringkasan: Siak (Kemenag) Jumat (07/02/25)- Pondok Pesantren Riyadus Sholihin menggelar ujian muhafadzoh, sebuah tradisi akademik khas pesantren yang bertujuan untuk menguji dan memperkuat hafalan para santri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dengan antusias, sebagai bagian dari komitmen mereka dalam m...

Siak (Kemenag) Jumat (07/02/25)- Pondok Pesantren Riyadus Sholihin menggelar ujian muhafadzoh, sebuah tradisi akademik khas pesantren yang bertujuan untuk menguji dan memperkuat hafalan para santri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dengan antusias, sebagai bagian dari komitmen mereka dalam menjaga hafalan terhadap kitab-kitab klasik.

Dalam tradisi pesantren, ujian muhafadzoh merupakan bentuk evaluasi bagi santri dalam menghafal dan memahami teks-teks penting, baik itu Al-Qurโ€™an, hadis, maupun kitab-kitab kuning. Ujian ini dilakukan secara lisan, di mana santri diminta untuk melantunkan hafalan mereka di hadapan penguji satu per satu tanpa melihat teks. Hal ini bertujuan untuk menguji ketepatan, kefasihan, serta pemahaman mereka terhadap isi hafalan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebelum ujian tulis, dan menjadi prasyarat untuk dapat mengikuti ujian tulis. Ujian dibagi menjadi 2 grup (putra dan putri). Muhafadzoh putra digelar tanggal 05 Februari, sedangkan yang putri dilaksanakan tanggal 06 februari. Hal ini dilakukan karena keterbatasan tempat dan penyimak. Pondok pesantren Riyadus Sholihin belum memiliki aula yang cukup luas untuk menampung seluruh santri dalam melaksanakan ujian muhafadzoh.

Pelaksanaan ujian muhafadzoh memiliki banyak manfaat bagi santri, antara lain pertama menguatkan Hafalan, dengan adanya ujian berkala santri dapat memastikan bahwa hafalan mereka tetap melekat kuat dalam ingatan. Kedua meningkatkan rasa percaya diri, santri terbiasa menghafal di hadapan penguji, sehingga mereka lebih percaya diri dalam menyampaikan hafalan di berbagai kesempatan. Ketiga menguji pemahaman santri dituntut untuk memahami makna dari teks yang mereka hafalkan. Keempat menanamkan rasa kedisiplinan, ujian muhafadzoh mendorong santri untuk disiplin dalam mengulang dan menjaga hafalan mereka setiap hari.

Kepala Madrasah Diniyah Riyadus Sholihin, Kyai Daroji dalam sambutannya mengawali kegiatan ini menekankan bahwa ujian ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari pembinaan karakter santri agar memiliki kedalaman ilmu dan integritas dalam mengamalkan ajaran agama. "Santri yang kuat hafalannya akan lebih mudah memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ujian muhafadzoh ini menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pendidikan pesantren," ujar beliau.

Dengan semangat dan kerja keras para santri, diharapkan tradisi ujian muhafadzoh ini terus menjadi bagian dari warisan keilmuan Islam yang lestari di kalangan pesantren.ย (Rois/Fz)