0 menit baca 0 %

Menag Kecewa dengan Pelayanan Saudi Arabian Airlines

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Menteria Agama (Menag) RI, Drs H Suryadarma Ali M Si, menyesalkan dan kecewa dengan pelayanan Saudi Arabian Airlines (SAA) yang telah beberapa kali mengalami delay dalam medmberangkatkan Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam dan beberapa embarkasi lainnya di Indonesia.
Pekanbaru (Humas)- Menteria Agama (Menag) RI, Drs H Suryadarma Ali M Si, menyesalkan dan kecewa dengan pelayanan Saudi Arabian Airlines (SAA) yang telah beberapa kali mengalami delay dalam medmberangkatkan Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam dan beberapa embarkasi lainnya di Indonesia. Akibatnya, mengganggu jadwal agenda yang sudah disusun oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH). Bahkan bisa berdampak pada masa tinggal jamaah di Madinah. Menurutnya, dari catatan yang ada sudah tiga kali pihak maskapai SAA terlambat memberangkatkan JCH Embarkasi Batam ke Madinah. Terhadap keterlambatan tersebut Kementerian Agama (Kemenag) RI sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada kantor Maskapai Saudi Arabian Airlines tersebut. "Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan meminta agar ini tidak terjadi lagi. Maskapai Saudi Arabian Airlines ini harus mempertanggung jawabkan pelayanan mereka yang mengecewakan tersebut," tegas Suryadharma yang ditemui di Pekanbaru usai meresmikan penggunaan Kampus UIN Suska Pekanbaru kemarin. Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, JCH Kloter 06 BTH yang merupakan JCH asal Pekanbaru dan Kabupaten Indargiri Hulu harus bersabar lebih lama di asrama haji Batam Center disebabkan pesawat yang akan membawa mereka ke Medinah yakni Saudi Arabian Airlines mengalami keterlambatan. Seharusnya pesawat sudah take off pada pukul 10.00 Wib pagi, baru diberangkatkan pada pukul 17.00 Wib. Akibatnya, seluruh proses seremonial yang telah disiapkan PPIH Embarkasi Batam harus menjadwal ulang disebabkan hal ini, selain itu kesiapan fisik dan mental JCH juga harus lebih ditingkatkan agar kekhusukan JCH untuk menunaikan tidak memudar disebabkan keterlambatan ini. "Jika delay pesawat masih dalam beberapa jam saja hal itu masih bisa ditolelir, namun jika keterlambatan dalam batas waktu melebih dari lima jam hal tersebut bisa membuat kondisi kesehatan JCH menurun dan tentunya memberikan tekanan psikologis kepada JCH", ucap Albakiran. Kedepan mudah-mudahan Saudia Arabian Airlines bisa mengatasi keterlambatan tersebut secara propesional seperti mendatangkan pesawat cadangan yang tepat waktu, dan lebih baik lagi jika pesawat pengganti tersebut stanby dibandara Hang Nadim dan bukan distanbykan di Medinah atau Jeddah. Jika pesawat yang seharusnya berangkat pada kloter tertentu mengalami kendala operasional, Saudia tidak perlu lagi mengirimkan pesawat penganti dari Medinah atau Jeddah jika pesawat penganti sudah stanby di Batam, usul Albakiran. Hal tersebut perlu diusulkan kepada Saudia sehingga JCH dapat tepat waktu diberangkatkan demi kekhusukan JCH dalam menjalankan ibadah. (msd)