0 menit baca 0 %

Menag: Mental dan Budaya Pegawai Perlu Dibenahi

Ringkasan: Medan (Pinmas)- Sekretaris Jendral Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan, perubahan mental dan budaya pegawai merupakan hal yang mendasar untuk dibenahi. Karena itu merupakan salah satu indikator keberhasilan implementasi reformasi birokrasi, kata Baherul Hayat ketika membacakan sambutan Menteri...
Medan (Pinmas)- Sekretaris Jendral Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan, perubahan mental dan budaya pegawai merupakan hal yang mendasar untuk dibenahi. Karena itu merupakan salah satu indikator keberhasilan implementasi reformasi birokrasi, kata Baherul Hayat ketika membacakan sambutan Menteri Agama pada pembukaan rapat Konsultasi Koordinator Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (K2TLH) Kementerian Agama, di Medan, Selasa (27/7) malam. Bahrul Hayat mengatakan, perubahan mental dan budaya erat kaitannya dengan disiplin dan ketaatan menjalankan standar aturan. Hal ini pula erat kaitannya dengan budaya melayani masyarakat yang perlu pula ditingkatkan. Keberhasiln pembangunan Kementerian Agama sekaligus pelaksanaan tugas dan fungsi yang berjalan dengan baik, terletak pada tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Menurut Bahrul hayat, reformasi birokrasi melalui Instruksi Menteri Agama Nomor 1 tahun 2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi perlu ditindak lanjuti melalui penyempurnaan kelembagaan, perubahan budaya organisasi, penyempurnaan ketatalaksanaan,penyusunan regulasi dan deregulasi birokrasi, peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan profesionalisme pengawasan internal. Bahrul yakin jika hal tersebut dapat dipenuhi, maka keinginan kuat untuk mensejahterakan pegawai dengan sistem penggajian yang layak akan terus diperjuangkan. "Sasaran tersebut wajib diimplementasikan untuk mewujudkan good governance and clean government," kata Bahrul Hayat Kegiatan tersebut diikuti 243 orang peserta berasal dari pejabat Kemenag Pusat, para Kakanwil dan rektor UIN/IAIN se Indonesia. Rapat tersebut rencananya dibuka Pukul 19.00 WIB, namun baru bisa dilakukan sekitar 22.15 dan berakhir Pukul 12.00 WIB. Keterlambatan pembukaan rapat K2TLH itu, disebabkan penerbangan dari Jakarta mengalami keterlambatan sekitar 8 jam. Pesawat Garuda Jakarta - Medan, yang banyak membawa para pejabat Kementerian Agama, Selasa sore, molor tanpa alasan jelas dari manajemen maskapai itu. (ant/es/ts)