0 menit baca 0 %

Menag: Wujudkan Kemenag yang Bersih dan Berwibawa dengan Reformasi Birokrasi dan Peningkatan Layanan

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Menteri Agama Suryadharma Ali mengingatkan jajaran Kementerian Agama agar bekerja keras meningkatkan layanan masyarakat dan mereformasi kinerja sebagai upaya mewujudkan aparatur yang bersih dan berwibawa. Hal tersebut disampaikannya ketika memberikan sambutan arahan dalam acara Ta...
Pekanbaru (Humas)- Menteri Agama Suryadharma Ali mengingatkan jajaran Kementerian Agama agar bekerja keras meningkatkan layanan masyarakat dan mereformasi kinerja sebagai upaya mewujudkan aparatur yang bersih dan berwibawa. Hal tersebut disampaikannya ketika memberikan sambutan arahan dalam acara Tasyakuran Hari Amal Bakti ke-65 Kementerian Agama sekaligus membuka Rapat Kerja Kemenag Riau 2011 di Hotel Mutiara Merdeka, Selasa malam (4/1). "Kementerian Agama adalah institusi pemerintah yang paling mendapat perhatian dan sorotan masyarakat. Bahkan layanan yang baik tak jarang masih dianggap jelek, apalagi yang kurang baik. Kerena itu lakukan reformasi birokrasi yang sederhana, mudah, dan tidak berbelit-belit. Masyarakat melihat Kementerian Agama dari baikdan bermutunya layanan yang diberikan," jelasnya. Dalam kesempatan itu Suryadharma Ali menyorot tiga hal utama yang menjadi tema Raker Kemenag Riau tahun 2011 yaitu tata kelola pemerintahan yang baik, evaluasi yang objektif, dan perencanaan sebagai landasan reformasi birokrasi. "Reformasi birokrasi dapat terlaksana dengan baik dengan memenuhi syarat yaitu transparan, akuntabel, dan ikut aturan. Segala sesuatunya dimulai dari membangun disiplin diri pegawai untuk membangun tata kelola pemerintahan yang baik . Kemudian dalam melakukan evaluasi harus secara objektif. Sedangkan perencanaan efektif diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Kurangi frekwensi atau tiadakan program-program yang tidak jelas manfaatnya seperti rapat-rapat, perjalanan ke luar negeri studi banding, dan sebagainya", ungkapnya. "Banyak kita lihat setelah mengadakan studi banding dan perjalanan ke luar negeri tidak diikuti segera dengan implementasi kegiatan. Justru lebih banyak mencemooh kelemahan dan kekurangan pemerintah sendiri. Yang terpenting itu adalah bagaimana menjalankan program yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Kurangi rapat-rapat koordinasi, sinkronisasi, evaluasi dan monitaring yang menghambur-hamburkan uang negara" tegas Menteri Agama yang juga menjabat Ketua Umum PPP tersebut. (as)