Riau (Kemenag) - Badan Pusat Statistik
(BPS) melakukan survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2024
dengan hasil sangat memuaskan, yakni mencapai angka 88,20. Hasil ini didapat
dari hasil berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan Kemenag mampu
mendongkrak IKJHI yang sempat turun pada 2023. Terbukti, melalui
inovasi-inovasi yang disebut Kemenag sebagai formula 4-3-5, mampu mendongkrak
IKJHI tahun ini. Jemaah sangat puas. ‘
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Riau H. Muliardi menyampaikan rasa gembira, karena hasil dari
survei menyatakan layanan penyelenggaraan haji tahun 2024 memang sangat memuaskan
jemaah haji.
Menurut Muliardi mengingatkan kembali
ketika menyambut kepulangan jemaah haji Provinsi Riau, bahwa semua jemaah haji
menyampaikan rasa terima kasihnya dengan muka berseri – seri.
“saya mengingat kembali apa yang
disampaikan oleh jemaah haji Prov. Riau ketika menyambut kepulangannya di
bandara Hang Nadim Batam, terima kasih pak atas pelayanannya, kami dilayani
dengan baik, alhamdulillah petugas nya baik – baik dan selalu membantu jemaah”.
Lebih lanjut Muliardi mengatakan jemaah
juga memberikan apresiasi atas layanan konsumsi, akomodasi dan transportasi
juga petugas pembimbing ibadah.
“layanan konsumsi selama di arab saudi
tidak pernah putus – putus pak, belum habis yang makan sudah datang lagi makanan
berikutnya, Cuma kita perlu mengantri untuk mendapatkannya, kan banyak jemaah
yang ada di satu hotel, untuk transportasi selalu ada, hanya ketika hari jumat
ketika mendekati waktu sholat jumat busnya tidak berjalan, jadi kalau kita mau
ke masjidil haram ya kita perkirakan waktunya atau shalat jumat dekat kawasan
hotel”. Kenang Muliardi atas cerita jemaah Riau.
Untuk akomodasi lanjut Muliardi, jemaah
merasa nyaman, jika terdapat gangguan akan segera ditangani oleh petugas dan
pihak hotel.
“sementara untuk petugas pak, selalu
membantu jemaah, kami selalu diingatkan terkait ibadah yang dilaksanakan, untuk
jemaah lansia, selalu didampingi petugas. Bahkan pak ada petugas yang mau
membersihkan kotoran jemaah yang sakit. Pokok nya sangat memuaskan lah pak pelayanan
selama ibadah haji”.
Plt. Ka. Kanwil Riau ini menyimpulkan
bahwa semua jenis layanan haji telah mencapai kriteria sangat memuaskan,
kecuali layanan tenda dan konsumsi Armuzna yang masih memerlukan banyak
perbaikan. Perbaikan fasilitas tenda bagi jemaah haji juga perlu terus
diperbaiki untuk penyelenggaraan haji ke depan agar bisa mengakomodasi seluruh
jemaah.
“Skema tanazul mungkin itu perlu menjadi
salah satu alternatif yang ditawarkan untuk mengurai kepadatan di Mina. Maksudnya
untuk mengurai kepadatan tadi jemaah memilih tinggal di hotel terdekat Jamarat
bukan di tenda Mina”.