0 menit baca 0 %

Mendidik dengan Hati, MAN 1 Kuansing Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuantan Singingi Propinsi Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar pelatihan bertajuk "Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 Juni 2025 di Gedu...

Kuansing (Kemenag) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuantan Singingi Propinsi Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar pelatihan bertajuk "Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 Juni 2025 di Gedung serba guna HM. Thaib Usman dan diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para pendidik terhadap Kurikulum Merdeka, sekaligus menanamkan pendekatan yang berlandaskan kasih sayang dan empati dalam proses pembelajaran. Konsep "berbasis cinta" ditekankan sebagai landasan moral dan spiritual dalam mendidik siswa, sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan karakter madrasah.

Pelatihan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi H. Suhelmon yang  sekaligus membuka pelatihan. Turut hadir pengawas pembina Lilis Lendrayanis, Kepala MAN 1 Kuansing Elfarida dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan yang berhasil bukan hanya yang menghasilkan siswa cerdas, tapi juga siswa yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

“Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi kreativitas guru dan siswa. Namun lebih dari itu, kita ingin mengembangkannya dengan pendekatan berbasis cinta—agar pembelajaran bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang sentuhan hati,” ujar beliau.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama dan praktisi pendidikan yang telah berpengalaman dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Sawir Hasbi. Beberapa materi yang disampaikan antara lain: Nilai-nilai Kurikulum berbasis cinta, Indikator keberhasilan Kurikulum berbasis cinta, dan prinsip pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta

Salah satu guru peserta Santlineti mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat menginspirasi. “Kami jadi lebih memahami bahwa menjadi guru bukan hanya tugas mengajar, tapi juga tugas mencintai dan membimbing siswa dalam proses tumbuhnya,” tuturnya.

Dengan pelatihan ini, MAN 1 Kuansing berharap seluruh pendidik dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan lebih humanis, relevan, dan menyentuh kebutuhan siswa secara holistik, baik intelektual maupun emosional. (LZ)