Menegpora Prihatin Pelaksanaan Pospenas 2010
Ringkasan:
Surabaya (HUMAS)- Menegpora Andi Malarangeng merasa kecewa atas kecurangan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) V 2010. Ia merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi dalam kompetisi yang seharusnya diperuntukkan khusus warga pesantren tersebut.
Surabaya (HUMAS)- Menegpora Andi Malarangeng merasa kecewa atas kecurangan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) V 2010. Ia merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi dalam kompetisi yang seharusnya diperuntukkan khusus warga pesantren tersebut. Andi pun meminta pihaknya untuk menindak tegas semua oknum yang terlibat terhadap kecurangan pelaksanaan Pospenas V ini.
Hal ini disampaikan Menegpora ketika menutup pelaksanaan Pospenas V 2010 di GOR Kertajaya Surabaya, Minggu sore (11/7). Pernyataan Menegpora ini di saksikan langsung Menteri Agama yang diwakili Staf Ahli Menteri DR. H. Ahmed Mahfud, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Panitia Pelaksana Pospenas, undangan dan ratusan santri.
"Saya sudah mendengar soal pelanggaran ini. Tentu saja kami sedih sekali. Ini adalah pelanggaran berat, Buat apa dibikin even semacam ini kalau ternyata yang menjadi peserta juga bukan santri. Tentu saja ini tidak akan memberikan dampak apa-apa bagi kemajuan olahraga di lingkungan pesantren," katanya dengan nada tegas.
Berdasarkan informasi yang dirangkup dari beberapa sumber ada 11 medali emas milik tuan rumah yang dikembalikan ke panitia dan 39 santri yang ditarik dan dicoret dalam ajang Pospenas tersebut. Sebelas emas, antara lain cabor Atletik, atasnama Febri Ulfa nomor 100 meter dan 200 meter putri, Priska Yesi 400 meter putrid, Sugeng Purwanto 100 meter putra, Muslich 800 meter putra, dan Muslim nomor 5.000 meter putra. Cabor Renang atasnama Dimas B nomor 100 meter dada dan 4 x 50 meter bebas beregu, serta Wiranto nomor 100 meter bebas.
Cabor Bulutangkis atasnama M Sani, M Miftah, Chandra Dwi P, dan Rizky FY di beregu putra, serta Sifah, Triwulan, Yeni, dan Dewi Maysarah di beregu putri. Hingga pukul 18.00 WIB, Jawa Timur telah memperoleh 56 emas, 15 perak, dan 18 perunggu. Dengan pengembalian 11 medali emas, maka perolehan medali emas Jawa Timur tereduksi menjadi 49 medali emas, 15 perak, dan 17 perunggu.
Akibat kecurangan tersebut, sehari sebelum penutupan beberapa kontingen dari Provinsi lain melakukan protes keras. Bahkan beberapa kontingen melakukan boikot untuk tidak mengikuti penutupan bahkan memilih pulang pada hari itu juga. (js/mds)