Meneladani Cara Bergaul Rasulullah
Ringkasan:
Tembilahan (Humas)- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di Masjid Al- Huda Tembilahan dipadati ribuan jamaah, terdiri dari masyarakat umum, pemuka agama dan pemuka masyarakat. Serta dirihadiri langsung oleh Bupati Inhil, Indra Muchlis, Ka Kankemenag Inhil Drs H Abdul Aziz MM, unsur Muspida, p...
Tembilahan (Humas)- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di Masjid Al- Huda Tembilahan dipadati ribuan jamaah, terdiri dari masyarakat umum, pemuka agama dan pemuka masyarakat. Serta dirihadiri langsung oleh Bupati Inhil, Indra Muchlis, Ka Kankemenag Inhil Drs H Abdul Aziz MM, unsur Muspida, para Asisten, Kepala KUA, Kepala Madrasah, pejabat dan karyawan di lingkungan Kemenag Indragiri Hilir (Inhil) serta karyawan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Inhil, Drs H Abdul Aziz, Senin (7/3) mengatakan, peringatan Hari Besar Islam (HBI) yaitu Maulid Nabi Muhammad 1432 H di Kabupaten Inhil yang laksanakan pada 4 Maret 2011 di Majid Al Huda Kota Tembilahan dalam rangka mempererat tali silaturrahmi dikalangan masyarakat Inhil selain sebagai upaya pencerahan keagamaan bagi masyarakat Tembilahan, khususnya generasi muda.
"Puncak HBI Maulid Nabi Muhammad SAW di Inhil dilaksanakan di akhir bulan Rabiul Awwal 1432 H, sebagai penutup dengan menghadirkan penceramah kondang H Efendi Lc," jelasnya.
Terkait dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H, Abdul Aziz menegaskan, banyak hal yang harus dipelajari dari kehidupan Rasulullah, diantaranaya cara bergaul yang tidak pernah tebang bulu, berbuat baik kepada siapa saja. Sosok pekerja keras, dan seorang pemimpin yang bijaksana.
Nabi merupakan sosok yang sangat setia menjaga hubungan tali silaturrahim. Kesetiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Beliau adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang sangat sempurna. Kecintaan Rasulullah Sallallahu kepada karib kerabatnya dengan tidak pernah jenuhnya beliau mendakwai para kerabat, hingga kematian menemuinya.
"Untuk itu, melalui peringatan Maulid Nabi tahun ini, mari bersama-sama kita intropeksi diri apa yang telah kita lakukan selama ini sudah sejalan dengan Sunnah Rasul atau justru sebaliknya. Melalui peringatan Maulid ini juga, mari bersama-sama kita tanamkan dalam diri kita untuk berusaha mentauladani kehidupan Nabi Muhammad, khususnya prilaku dan kerja kerasnya untuk kemajuan kearah yang lebih baik," tegas Abdul Aziz. (msd)