Mandau
(Kemenag) – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Mandau kembali menegaskan perannya sebagai jembatan kebaikan bagi masyarakat.
Pada Senin (11/8/2025), melalui perwakilannya, Muhammad Soleh, UPZ KUA Mandau
secara resmi menyerahkan dana infaq kepada pengurus Baznas Kabupaten Bengkalis,
Herman Toni, dalam acara yang berlangsung di Aula KUA Mandau.
Penyerahan
dana infaq ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol komitmen bersama
dalam mengelola dan menyalurkan amanah umat secara profesional, transparan, dan
tepat sasaran. UPZ KUA Mandau selama ini dikenal aktif menghimpun zakat, infaq,
dan sedekah dari masyarakat, yang kemudian disalurkan untuk membantu fakir
miskin, anak yatim, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi umat.
Muhammad
Soleh dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas
kepercayaan yang diberikan masyarakat. “Alhamdulillah, setiap rupiah yang diamanahkan
kepada UPZ KUA Mandau kami pastikan sampai ke pihak yang tepat. Penyaluran
infaq melalui Baznas Kabupaten Bengkalis ini adalah bagian dari sinergi kita
semua untuk memperluas jangkauan manfaat,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh
lapisan masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam gerakan kebaikan ini.
Sementara
itu, Herman Toni selaku pengurus Baznas Kabupaten Bengkalis memberikan
apresiasi tinggi kepada UPZ KUA Mandau. “Kerja sama ini bukan hanya soal
penyaluran dana, tapi juga membangun rasa saling percaya dan memperkuat
jaringan kepedulian sosial di daerah. Kami akan memastikan infaq yang diterima
ini digunakan sebaik mungkin, sesuai program yang sudah direncanakan, dan tentu
tepat sasaran,” tegasnya.
Penyaluran
infaq melalui jalur resmi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan
publik terhadap lembaga pengelola zakat dan infaq. Selain itu, kegiatan ini
menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya berbagi rezeki,
khususnya di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat.
Melalui
langkah nyata ini, UPZ KUA Mandau membuktikan bahwa zakat dan infaq bukan hanya
ibadah yang bersifat personal, tetapi juga instrumen sosial yang mampu
memperkuat solidaritas umat, mengurangi kesenjangan, dan menciptakan keberkahan
yang mengalir luas.