0 menit baca 0 %

Mengemban Amanah Penilaian, Penyuluh Agama Jadi Juri di Ajang Lomba Asmaul Husna FORSIMAT

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )-- Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Forum Silaturrahmi Majelis Taklim (FORSIMAT) Bangkinang Kota kembali menggelar kegiatan religius yang sarat nilai dakwah dan spiritual. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Lomba Asmaul Husna, yang diiku...

Bangkinang Kota ( Kemenag )-- Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Forum Silaturrahmi Majelis Taklim (FORSIMAT) Bangkinang Kota kembali menggelar kegiatan religius yang sarat nilai dakwah dan spiritual. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Lomba Asmaul Husna, yang diikuti oleh 24 majelis taklim se-Kecamatan Bangkinang Kota dan dilangsungkan di Masjid Ar Rahman Pendopo, Ahad (29/6).

Yang menjadi sorotan dalam lomba kali ini adalah kepercayaan yang diberikan kepada Al Mashuri, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kampa, sebagai salah satu dewan juri pada ajang tersebut. Penunjukan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap kompetensi penyuluh agama yang terus aktif membina dan mendampingi masyarakat dalam berbagai bidang keagamaan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Al Mashuri dan tim juri menilai para peserta berdasarkan tiga kriteria utama, yaitu:

1. Suara dan Lagu โ€“ penilaian terhadap keindahan vokal, irama, dan harmoni saat melantunkan Asmaul Husna;

2. Tajwid dan Fashohah โ€“ ketepatan dalam pengucapan huruf, makhraj, serta kefasihan melafazkan nama-nama Allah;

3. Kekompakan dan Kerapian โ€“ penilaian terhadap koordinasi gerakan, penampilan kelompok, dan keserasian visual secara keseluruhan.

ย โ€œMenjadi juri bukan sekadar mencatat nilai, tetapi juga menangkap ruh dari setiap penampilan. Ketika Asmaul Husna dilantunkan dengan hati, maka ia akan terasa sampai ke hati,โ€ ungkap Al Mashuri dengan haru.

Para peserta dari berbagai majelis taklim tampil dengan semangat luar biasa, menghadirkan lantunan nama-nama Allah SWT dengan gerakan yang selaras dan penuh penghayatan. Suasana syahdu menyelimuti masjid, dan para hadirin pun tampak larut dalam kekhusyukan.

Keterlibatan penyuluh agama sebagai juri dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa fungsi penyuluhan tak terbatas pada ceramah atau bimbingan formal, melainkan turut hadir aktif dalam kegiatan masyarakat, menjadi penguat nilai-nilai Islam yang membumi.

FORSIMAT Bangkinang Kota melalui kegiatan ini telah membuktikan bahwa majelis taklim adalah ladang syiar yang hidup, dan peran penyuluh agama adalah salah satu pilar utama dalam keberhasilannya. ( Fatmi )