Kuantan Singingi, 2 Oktober 2025 – Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Kuantan Singingi kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan di Lingkungan Serosah, Komplek Perumahan Pertanian Sawit, Pedalaman.
Kegiatan diawali dengan doa Rosario yang dipimpin oleh pengurus lingkungan, sebagai ungkapan syukur dan penyerahan diri kepada Allah. Bulan Oktober diperingati secara khusus oleh Gereja Katolik sebagai bulan Rosario, yakni devosi kepada Bunda Maria, sehingga umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa-doa yang dipanjatkan bersama.
Acara dilanjutkan dengan penyuluhan yang mengangkat tema “Menghayati Iman Katolik dalam Semangat Moderasi Beragama.” Tema ini selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama RI tentang “Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan” yang menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama untuk meningkatkan kualitas kerukunan di tengah masyarakat.
Dalam penyuluhan, Pakrin Manalu menegaskan:
“Moderasi beragama adalah sikap beragama yang adil, seimbang, dan toleran, tidak ekstrem kanan maupun kiri. Karena itu, moderasi berarti jalan tengah: teguh dalam iman sekaligus terbuka dan menghargai perbedaan.”
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada umat mengenai pentingnya hidup moderat dalam beragama, menumbuhkan sikap toleransi, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Umat diajak untuk menghayati ajaran iman dengan sikap terbuka, penuh kasih, serta menghargai perbedaan yang ada sebagai kekayaan bersama.
Melalui penyuluhan ini ditegaskan bahwa moderasi beragama merupakan kunci dalam menciptakan suasana damai, harmonis, dan persaudaraan sejati. Dengan demikian, umat Katolik diharapkan dapat berperan sebagai pelopor kerukunan dan cinta kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan antusiasme umat. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperteguh komitmen umat Katolik untuk terus menghadirkan semangat persaudaraan, toleransi, dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari. ( PM)