Kampar ( kemenag )--Dalam tausiah Ba’da Zuhur yang disampaikan oleh Abuya Basri, Penyuluh Agama Islam Bangkinang, dilaksanakan di Masjd Darul Ikhlas Kemenag kampar pada Kamis (6/3/2025), beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan spiritual agar tidak mengalami kepikunan di hari tua. Tausiah ini merujuk pada firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 70, yang berbunyi:
“Dan Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (QS. An-Nahl: 70)
Abuya Basri menguraikan lima kiat utama agar terhindar dari kepikunan:
Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca dan mentadabburi Al-Qur'an tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai obat bagi hati dan pikiran, sebagaimana firman Allah:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman...” (QS. Al-Isra: 82)Memperbanyak Zikir
Zikir membantu menjaga ketenangan hati dan kejernihan pikiran, sehingga dapat mengurangi stres dan meningkatkan daya ingat.Menyeimbangkan Gizi
Konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, serta makanan yang kaya akan omega-3, membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah kepikunan.Memperbanyak Olahraga
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam ringan dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kebugaran tubuh.Menjadikan Pola Pikir Tenang
Menghindari stres dan menjaga pola pikir yang tenang sangat penting agar tidak mudah lupa. Pikiran yang tenang bisa didapat dengan berzikir, berdoa, serta selalu bersikap positif dalam menghadapi kehidupan.
Tausiah ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan, sehingga dapat menjalani hari tua dengan penuh berkah dan kebahagiaan. Pungkas Basri ( Fatmi/Cicy/Ags )