Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan madrasah maka diselenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan dalam bentuk Asesmen Madrasah berdasarkan Standar Kompetensi Kelulusan.
Asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan data/informasi untuk mengukur kemajuan belajar dan capaian hasil belajar peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi, 1. Penilaian Formatif, yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur kemajuan atau keberhasilan pembelajaran; 2. Penilaian Sumatif, yaitu penilaian hasil belajar untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik. Penilaian Sumatif dapat dilakukan pada akhir semester dan/atau pada akhir jenjang pendidikan atau yang disebut dengan Asesmen Madrasah, yang bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan. Pelaksanaan AM juga berfungsi sebagai indikator capaian perkembangan peserta didik, pemberian umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran dan sebagai salah satu syarat penentuan kelulusan. Asesmen Madrasah meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir pada satuan pendidikan, baik kelompok mata pelajaran wajib maupun muatan lokal. Asesmen Madrasah (AM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada MI, MTs, MA, MAK sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada madrasah untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) bagi peserta didiknya.
Rabu 6 Maret 2024, MA Swasta Nurul Falah Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu melaksanakan Simulasi CBT (Computer Based Test) (CBT) Asesmen Madrasah Tahun 2024 untuk pengenalan/pembiasaan bagi peserta didik sekaligus kesiapan perangkat maupun jaringan internetnya.
Sebagaimana yang disampaikan kepala MA Swasta Burul Falah Hardianto, S.Pd.I usai meninjau pelaksanaan simulasi, bahwasanya simulasi lancar dan sukses. Selanjutnya, pelaksanaan AM Tahun 2024 mulai tanggal 8 s.d 26 Maret 2024, dengan berbasis komputer atau CBT (Computer Based Test), dimana peserta didik menggunakan media android dengan jaringan internet-nya disiapkan oleh madrasah. Bagi siswa yang tidak memiliki android menggunakan perangkat komputer madrasah. Dengan sistem CBT mengurangi biaya pelaksanaan ujian, tidak mencetak soal dan lembar jawaban, mengurangi biaya untuk mengoreksi hasil ujian, meminimalisir kecurangan atau kebocoran soal, serta mencegah keterbatasan dan kerusakan soal. Selain itu ujian dengan sistem CBT, lebih praktis, lebih gampang dan membuat peserta ujian lebih fokus. Tidak ribet dan lebih hemat waktu karena tidak perlu lama-lama mengisi lembar jawaban, tidak perlu menghapus kalau ada yang salah, menghindari kesalahan pengisian data diri dan kode soal serta terdapat waktu di layar sehingga bisa memaksimalkan waktu yang tersedia, ungkap Hardianto.(tulang)