0 menit baca 0 %

Mentauladani Kehidupan Ideal Keluarga Nabi

Ringkasan: Rokan Hulu (Rohul)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Rokan Rohul (Rohul), Drs Ahmad Supardi Hasibuan, MA melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) sekaligus memperigati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1432 H, Jumat (4/3) di PKS Sei Intan Kunto Darussalam Rohul.
Rokan Hulu (Rohul)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Rokan Rohul (Rohul), Drs Ahmad Supardi Hasibuan, MA melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) sekaligus memperigati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1432 H, Jumat (4/3) di PKS Sei Intan Kunto Darussalam Rohul. Hadir pada acara tersebut, Menager PKS Sei Intan, Asisten pengolahan dan para Asisten dan umat muslim lainnya dari Afdeling 1,afdeling 2,afdeling 3, dan afdeling 4 PKS Sei Intan berjumlah 350 orang. Ahmad Supardi dalam ceramah Maulidnya menyampaikan, salah satu tujuan utama dari peringatan maulid adalah meneladani sifat, prilaku, dan tindak tanduk Nabi Muhammad SAW khususnya kehidupan keluarga Nabi. Allah SWT berfirman dalam al- qur an yang artinya "Sesungguhnya dalam diri Rasulullah itu terdapat contoh teladan yang baik". "Salah satu yang yang perlu dicontoh dalam diri Muhammad SAW adalah, beliau sebagai kepala keluarga yang dibanggakan oleh anggota keluarganya, punya perhatian yang tinggi terhadap istri dan anak- anaknya. Keluarga Muhammad adalah contoh ideal keluarga pada masa lalu, masa kini dan masa akan datang. Keberhadilan mengurus rumah tangganya adalah salah satu modal berharga baginya dalam mencapai kesuksesan, baik sebagai Nabi dan Rasul maupun sebagai kepala negara Madinah, Makkah dan sekitarnya," ungkapnya menekankan. Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini, termasuk yang dihadapi oleh ummat Islam Indonesia saat ini adalah rentannya keluarga dari perceraian (broken home). Angka perceraian makin tinggi dari waktu ke waktu. Ada satu fenomena baru, saat ini ternyata lebih banyak istri menceraikan suaminya atau cerai gugat. Hal ini terbalik dengan kondisi masa dulu, dimana suami lebih banyak menceraikan istrinya dibanding istri menceraikan suaminya. Di negara barat dan termasuk di Indonesia, broken home adalah penyebab utama timbulnya kenakalan remaja seperti merebaknya penyalahgunaan narkotika, obat- obat terlarang, free sex dan penyakit masyarakat lainnya. Salah satu penyebab broken home adalah kurangnya perhatian orang tua, baik bapak maupun ibu terhadap keluarga dan rumah tangganya. "Oleh karena itu, mari kita jaikan Maulid ini sebagai moment untuk meningkatkan perhatian kepada keluarga. Kalau tidak bisa seperti keluarga nabi Nahammad SAW minimal mendekati, kalau minimalpun tidak bisa setidaknya mengarahlah. Kalau ini juga tidak bisa, mari kita mulai dengan niat mulai dari sekarang," tegas Ahmad Supardi. Sementara itu, Manager PKS Sei Intan, Ir H Katema, mengharapkan agar kegiatan- kegiatan keagamaan sepeti Maulid dan lainnya dapat ditingkatkan. Kerena kegiatan tersebut dapat menjadi benteng bagi iman seseorang dalam menghadapi aliran sesat yang selalu menggerogoti saat, seperti halnya aliran Ahmadiyah. "Kalau kita tercemari oleh aliran sesat seperti Ahmadiyah, maka akan rusaklah iman dan Islam kita," ungkapnya. (msd)