Menteri Agama: Belum Ada Pihak Klaim Mampu Lebih Baik Kelola Haji
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Menteri Agama RI Suryadharma Ali menegaskan sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim mampu menyelenggarakan ibadah haji lebih baik dari yang dilakukan oleh Kementerian Agama, demikian dinyatakan oleh Menteri Agama sempena acara peletakan batu pertama pembangunan asrama haji...
Pekanbaru (Humas)- Menteri Agama RI Suryadharma Ali menegaskan sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim mampu menyelenggarakan ibadah haji lebih baik dari yang dilakukan oleh Kementerian Agama, demikian dinyatakan oleh Menteri Agama sempena acara peletakan batu pertama pembangunan asrama haji di Kompleka Auri Jl. Nurul Amal/Mana Tahan Pekanbaru, Sabtu (27/2). Acara dihadiri oleh Gubernur Riau H. M. Rusli Zainal, Wakil Gubernur H. R. Mambang Mit, Kakanwil Kemenag Prov. Riau Drs. H. Asyari Nur, SH. MM, dan para pejabat undangan lainnya.
“Memang benar bahwa pengelolaan haji banyak menuai kritik dari berbagai kalangan, namun sampai saat ini belum ada klaim dari pihak manapun lebih baik dari kita (Pengelolaan oleh Kementerian Agama). Mereka hanya melihat kekurangan, kesalahan saja tanpa pernah mengapresiasi perbaikan dan kemajuan yang telah dicapai. Sebenarnya kalau dilihat pelaksanaan haji dari tahun ke tahun (2009, 2010, dan 2011) menunjukkan peningkatan signifikan. Kalau dahulu (2009) jarak terdekat ke Markaziah 63% relatih masih sedikit, berangsur-angsur mulai tahun 2010 menjadi 95%, dan tahun 2011 sudah 100%. Dilihat dari sisi ini, itu merupakan sebuah kemajuan besar. Ditambah lagi biaya haji pada tahun lalu (2011) sudah turun dibanding tahun 2010â€, kata Menteri Agama yang juga menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan.
Menyinggung usul moratorium pendaftaran haji, Pak Menteri setuju saja sepanjang tujuannya untuk mengelola haji secara transparan dan aman. “Politisasi haji dari dulu merupakan isu yang sangat deras karena rawan dikomersialisasikan. Biaya yang dianggap pembebanan haji oleh jamaah sebenarnya sudah diperhitungkan secara seksama. Jemaah Calon Haji mendapat berbagai subsidi alias gratis, misalnya general services fee sebesar S 177 dolar, biaya paspor Rp255.000,-, dan biaya lain seperti pemondokan, asuransi, dan makan yang jumlahnya mencapai 3.150 realâ€, tambahnya.
Berkaitan jika diadakan moratorium (pemberhentian sementara) pendaftaran haji pada tahun 2012, diprediksi jemaah kembali akan membludak bisa mencapai jutaan karena memang minat orang untuk berhaji sanagat besar. “Jangankan distop, dibatasi saja masih ada yang keberatan. Masyarakat selama ini tidak pernah kita batasi untuk haji meskipun misalnya mengidap penyakit berisiko tinggi seperti jantung, diabetes, dan sebagainya, selagi hal tersebut dapat diatasi oleh tim kesehatan yang ada, insya Allah. Dan berapa banyak pula Jemaah Calon Haji yang terdaftar dari kalangan lanjut usia di atas umur 60 tahun. Ini juga patut mendapat pertimbangan. Sebab haji adalah masalah ibadah yang berkaitan erat denagn hati atau tingkat keimanan seseorangâ€, tegasnya.(as)