Pelambang
(Kemenag). Sebuah langkah progresif untuk memperkaya khazanah pendidikan
nasional tengah bergulir di Indonesia. Ariadi Iskandar selaku Pengawas
Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru menjadi salah satu peserta
yang mengikuti Pelatihan Training of Facilitator (ToF)
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang.
Kegiatan yang
berlangsung dari 11 hingga 15 November 2025 ini bukanlah pelatihan
biasa. ToF ini dirancang khusus untuk menempa 60 peserta terpilih yang terdiri
dari Widyaiswara, Pengawas, Kepala Madrasah, dan Guru untuk
menjadi Trainer/Fasilitator Nasional KBC. Mereka dipersiapkan untuk
menjadi pelatih regional yang siap mengimplementasikan KBC berbasis komunitas
di daerah masing-masing.
Fokus utama dari
pelatihan ini adalah implementasi "Panca Cinta" (Lima Nilai Cinta)
yang menjadi inti filosofi KBC. Kurikulum ini dirancang tidak hanya untuk
mengajarkan nilai, tetapi menuntut penghayatan dan praktik nyata dalam
setiap interaksi dan materi pembelajaran.
Para
narasumber, yang terdiri dari Widyaiswara bersertifikat ToT KBC dan
penguatan materi dari Kepala Pusbangkom, menekankan bahwa KBC adalah
kurikulum transformatif. Tujuannya mulia: membentuk karakter dan
spiritualitas murid serta guru, dengan filosofi "mengubah hati
sebelum mengubah perilaku", menjadikan mereka agen perubahan yang
aktif menebarkan kedamaian.
Pelatihan ini
dibuka dengan format talk show yang dikemas secara apik dan
inspiratif. Menghadirkan para narasumber lintas sektor, sesi ini
diisi oleh Kepala Pusbangkom SDM, Rektor UIN Palembang, Kepala Kanwil
Kemenag Sumatera Selatan, dan Ketua Keuskupan Palembang. Untuk
memaksimalkan jangkauan, acara pembukaan disiarkan secara langsung
melalui live streaming YouTube dan Zoom, memungkinkan
audiens dari berbagai daerah turut menyerap gagasan dan inspirasi dari para
narasumber.
Ariadi Iskandar
tidak sendiri mewakili Riau. Ia bergabung dalam delegasi kuat yang
menunjukkan komitmen penuh Bumi Lancang Kuning terhadap inovasi pendidikan
ini.Turut serta dalam pelatihan ini adalah Griven dan Tifany keduanya selaku
Widyaiswara dari Loka Diklat Pekanbaru. Selain itu, hadir pula Meri
Novikawati (Kepala MAN 3 Pekanbaru) dan Fitrisma Rais (Guru MTsN 3
Pekanbaru). Kolaborasi lintas peran dari
pengawas, widyaiswara, kepala madrasah, dan guru ini diharapkan
dapat mempercepat diseminasi KBC sekembalinya mereka ke Riau.