Pelalawan (Kemenag) — Sebagai upaya meningkatkan kesiapan calon
pengantin untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan Lesung menyelenggarakan kegiatan
Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan yang berlangsung Senin
(10/11/2025) di Balai Nikah KUA Pangkalan Lesung ini diikuti oleh 11 pasangan
calon pengantin serta menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait.
Acara berlangsung sejak pukul 08.00 pagi, diawali dengan pembukaan
dan sambutan Kepala KUA. Dalam sambutannya, Kepala KUA Kasbi menyampaikan bahwa
program Bimbingan Perkawinan merupakan salah satu layanan prioritas Kementerian
Agama yang bertujuan meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam membangun
keluarga yang harmonis dan berkualitas. “Bimbingan pernikahan bukan sekadar
formalitas sebelum menikah. Ini adalah bekal bagi pasangan agar mampu
menghadapi dinamika rumah tangga dengan dewasa dan penuh tanggung jawab,” ujar Kasbi
dalam arahannya.
Kegiatan Bimwin ini mengusung tema “Membangun Keluarga
Harmonis Menuju Generasi Berkarakter”. Para narasumber memberikan materi yang
beragam dan aplikatif, mulai dari pola komunikasi suami istri, pengelolaan
konflik rumah tangga, kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, hingga
pembinaan nilai-nilai agama dalam keluarga.
Bidan Nurjasmi dari Puskesmas Pangkalan Lesung menekankan
pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan kesiapan fisik sebelum menikah.
Sementara itu, Koordinator BKKBN, Sukma, mengajak peserta untuk memahami
pentingnya perencanaan keluarga sebagai langkah awal menciptakan rumah tangga
yang sejahtera dan berkualitas.
Selain itu, para Penyuluh Agama Islam KUA Pangkalan Lesung
memberikan pembekalan spiritual mengenai peran agama sebagai fondasi utama
keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Materi disampaikan secara interaktif,
diikuti sesi tanya jawab yang berlangsung dengan antusias.
Sebanyak 11 pasangan calon pengantin tampak antusias mengikuti
seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mengaku memperoleh banyak wawasan baru
terkait kehidupan rumah tangga yang sebelumnya belum mereka ketahui. “Materinya
sangat bermanfaat. Melalui bimbingan ini, kami jadi lebih paham bagaimana
membangun rumah tangga yang bahagia dan penuh tanggung jawab,” ungkap salah
satu peserta.
Dengan
terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya siap
melangsungkan pernikahan secara lahiriah, tetapi juga memiliki bekal spiritual,
emosional, dan intelektual dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Semoga para
peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membangun keluarga yang
sakinah, mawaddah, dan warahmah, sehingga menjadi
teladan bagi lingkungan sekitar dan mampu menatap masa depan rumah tangga
dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan.(dbs)