Riau (Kemenag) – Dalam rangka
memantapkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah pasca berpisah dari
Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah menggelar Rapat Konsolidasi
Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Kegiatan ini berlangsung pada 24–27 September 2025
di Hotel Movenpick Jakarta City Center, Jl. Pecenongan No.7, Jakarta Pusat.
Rapat konsolidasi membahas
sejumlah agenda penting, antara lain Transformasi Kelembagaan dan
Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dipaparkan langsung oleh Wakil Menteri Haji
dan Umrah, kebijakan pelayanan ibadah haji dalam dan luar negeri, rencana
strategis dan rencana kerja tahun 2026, penyusunan RKA DIPA serta BPIH 2026,
inventarisasi BMN, hingga pemetaan SDM.
“Transformasi kelembagaan ini
adalah momentum bersejarah. Kami ingin memastikan layanan haji dan umrah
berjalan lebih baik, akuntabel, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah,” tegas
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pemaparannya.
Turut hadir Kepala Bidang
Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau, Defizon, didampingi Sri
Wardani (Pengelola Perencanaan APBN dan Operasional Haji), Meiti Harni
(Pengelola BMN), serta Fadli (Pengelola SDM).
Defizon menegaskan kesiapan
pihaknya untuk bersinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah. “Sebagai penyelenggara
haji dan umrah di tingkat wilayah, kami siap bekerja sama dan menerima arahan
demi suksesnya penyelenggaraan haji tahun 2026,” ujarnya.
Ia juga berharap jajaran Kemenag
kabupaten/kota se-Riau, khususnya para Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dapat
terus konsisten memberikan layanan terbaik bagi jemaah. “Penyelenggaraan haji
ke depan harus tetap mengutamakan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tambahnya.
Kegiatan ini turut diikuti Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah
dari seluruh Kanwil, para Kepala UPT Asrama Haji, serta pengelola SDM,
perencanaan APBN dan operasional haji, maupun pengelola BMN.