Pekanbaru (Humas) – Menjadi jurnalis membuat seseorang selalu belajar terus karena ia sering bertemu dengan sesuatu yang baru. Sehingga tidak heran kalau mereka semakin lama semakin pintar dan berwawasan luas. Dan menulis itu merupakan pekerjaan yang tidak sulit dan tidak pula mudah. Menulis sebenarnya sama dengan memasak. Dicari dulu mana bahan pokok, baru bahan-bahan pelengkap yang lain. Dan bahan pelengkap tersebut tidak boleh ada yang berlebih daripada bahan yang lain supaya ia menjadi masakan yang lezat.
Selain itu, penulis yang baik merupakan pembaca yang baik. Semakin banyak pengetahuan seseorang tentang yang ia tulis, maka semakin bagus pula tulisan yang dihasilkannya. Untuk itu, teruslah membaca dan menulislah.
Kira-kira demikian yang disampaikan Syahnan Rangkuti, wartawan Kompas saat memberikan materi Teknik Penulisan Berita dan Prakteknya pada workshop Jurnalistik Keagamaan di hotel Angkasa Garden, Pekanbaru, Selasa (22/10), yang dihadiri 40 orang pegawai Kemenag se-Provinsi Riau.
Dalam menulis berita, formula 5 W 1 H tetap menjadi rumus pokok.Tapi untuk sekarang, tulisan atau berita yang diminati dan paling bagus itu adalah yang lebih mengutamakan Why (kenapa terjadinya peristiwa itu?) dan How-nya (bagaimana kejadian itu sebenarnya?). Dan dalam menulis berita, hindarilah beropini. Selain itu, dalam menulis apapun bentuknya, seorang jurnalis harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Juga berusahalah menulis kata yang hemat, padat dan bermakna serta mudah dipahami pembaca. Dan hindari mengulang kata-kata yang sama dalam semua tulisan.
Syahnan Rangkuti juga memilah bentuk majalah, surat kabar dan media online. Majalah lebih banyak bernuansa opini sedangkan surat kabar atau koran lebih unggul dalam berita. Sedangkan media online itu menyajikan informasi hangat dan aktual, dan sifatnya ringkas dan mudah dicerna pembaca.
Workshop jurnalistik ini, selain mengundang Syahnan Rangkuti, wartawan kompas juga menghadirkan Said Mufti, koordinator fotografi dari Riau Pos. Di samping dua praktisi media tersebut juga dihadirkan Kakanwil Kemenag Provinsi Riau dan lain-lain.
Para peserta merasa senang dan puas dengan dilaksanakannya pelatihan ini karena banyak menambah wawasan mereka dalam menulis.Hal ini diungkapkan Abdurrahman, S.Ag dari Kemenag Indragiri Hulu. “Kalau bisa segala macam kegiatan kanwil kemenag dan kemenag kabupaten dan kota mesti seperti ini. Jangan hanya menghadirkan pembicara dari kemenag saja,” kata Abdurrahman, alumni IAIN Susqa Pekanbaru tahun 2000 ini. (griven)