0 menit baca 0 %

Menumbuhkan Cinta Ibadah Sejak Dini, MAN 2 Kepulauan Meranti Gelar Pelatihan Semi Manasik Haji dan Umrah

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Dalam rangka memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam, khususnya rukun Islam yang kelima, MAN 2 Kepulauan Meranti menggelar kegiatan pelatihan semi manasik haji dan umrah yang berlangsung penuh antusiasme dan kekhidmatan.

Meranti(Kemenag)- Dalam rangka memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam, khususnya rukun Islam yang kelima, MAN 2 Kepulauan Meranti menggelar kegiatan pelatihan semi manasik haji dan umrah yang berlangsung penuh antusiasme dan kekhidmatan. Kegiatan ini bukan sekadar simulasi ibadah, tetapi juga bagian dari pembelajaran langsung yang aplikatif materi Fiqih pada Bab Haji dan Umrah.


Melalui pelatihan ini, para siswa diajak untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh. Mulai dari thawaf, sa’i, melempar jumrah, hingga wukuf di Arafah, semuanya dipraktikkan dengan arahan yang jelas dan bimbingan yang intensif.


Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah H. Mustafa, seorang tokoh yang berpengalaman dalam dunia perhajian dan aktif sebagai pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Kepulauan Meranti. Dengan pendekatan yang komunikatif dan bahasa yang mudah dicerna, H. Mustafa mampu menyampaikan esensi dari ibadah haji dan umrah kepada siswa dengan baik.


"Kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan, apalagi bagi anak-anak usia sekolah. Mereka jadi punya bayangan dan semangat untuk bisa menunaikan ibadah haji di masa depan. Semoga ilmu yang saya sampaikan bisa menjadi manfaat dan membawa berkah bagi mereka," ujar H. Mustafa dengan penuh harap.


Kegiatan ini dipandu langsung oleh M. Taufik, selaku pembina dan juga pengampu mata pelajaran Fiqih yang didampingi oleh Nurul Amin sebagai koordinator rumpun keislaman, serta Fitrianingsih, guru Fiqih dari kelas lainnya. Kehadiran mereka menambah kekuatan koordinasi dalam pelaksanaan acara, sehingga kegiatan berlangsung lancar dan tertib.


Dalam kesempatan itu, M. Taufik menyampaikan pesan yang sangat relevan, mengingat kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan Dzulhijjah, bulan yang dimuliakan dalam Islam dan menjadi waktu dilaksanakannya ibadah haji.


“Setelah kegiatan ini selesai, saya berharap anak-anak tidak hanya puas dengan praktik manasik ini saja. Karena sekarang kita sedang berada di bulan Dzulhijjah, saya sarankan mereka lebih aktif mengikuti berita dan informasi seputar pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dengan begitu, wawasan mereka akan semakin luas, dan semangat untuk berangkat haji di masa depan bisa terus tumbuh,” pesannya kepada seluruh peserta.


Tak hanya manasik haji dan umrah, para siswa MAN 2 Kepulauan Meranti sebelumnya juga telah mengikuti praktik penyembelihan hewan qurban dan pengurusan jenazah. Dua kegiatan penting ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menekankan teori, tetapi juga memberikan ruang praktik nyata agar siswa memiliki keterampilan dan pengetahuan agama yang bisa langsung diterapkan di tengah masyarakat.


Salah satu peserta, Putra Laksamana, mengaku sangat terinspirasi setelah mengikuti pelatihan. “Awalnya saya cuma tahu haji itu pergi ke Mekah, tapi setelah ikut manasik ini saya jadi tahu urutannya, doa-doanya, dan apa saja yang dilakukan selama haji. Rasanya jadi pengen banget bisa pergi haji beneran suatu hari nanti,” ujarnya penuh semangat.


Melalui pelatihan Praktek Ibadah ini, MAN 2 Kepulauan Meranti berhasil menghadirkan suasana belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh secara spiritual. Semoga kegiatan semacam ini terus dikembangkan, sebagai bagian dari pendidikan karakter dan religius bagi  generasi muda Islam. ( HMS-DR )