Meranti(Kemenag)- Aula MAN 2 Kepulauan Meranti pada Sabtu, 11 Oktober 2025, tampak berbeda dari biasanya. Di hari yang biasanya digunakan untuk beristirahat, puluhan siswa tampak antusias mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) bekerja sama dengan Humas MAN 2 Kepulauan Meranti. Sebanyak 58 peserta yang didominasi oleh siswa kelas X dan XI tampak larut dalam semangat belajar, menulis, dan berkreasi di dunia jurnalistik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Kerja Waka Huma-Ris dan OSIM Tahun Pelajaran 2025/2026, yang berfokus pada penguatan literasi digital di lingkungan madrasah. Pelatihan yang dikemas dalam nuansa inspiratif ini bertujuan membekali para siswa dengan kemampuan menulis berita, feature, dan artikel, sekaligus melatih keterampilan observasi, wawancara, serta publikasi melalui media cetak dan digital. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk tim jurnalistik madrasah yang solid, kreatif, dan berkarakter.
Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti, Syar’an Susilo, memberikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digagas OSIM dan Humas tersebut.
“Madrasah sangat mendukung kegiatan pelatihan ini. Dari pantauan, materi yang disampaikan luar biasa dan memberikan dampak positif bagi siswa,” ujarnya dengan penuh kebanggaan. Ia menambahkan, “Terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para siswa. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun generasi madrasah yang literat dan berdaya saing di era digital.”
Ketua Panitia, Abid, menyampaikan alasan pelaksanaan kegiatan pada hari libur.
“Sengaja pelatihan dilaksanakan pada hari libur supaya tidak mengganggu konsentrasi pelajaran. Peserta sebagian besar kelas X dan XI agar setelah pelatihan ini, mereka dapat mengikuti tindak lanjut yang lebih lama masanya,” ujarnya penuh semangat.
Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber berpengalaman di bidangnya. Narasumber pertama, Danasmara dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Meranti, membuka wawasan peserta tentang dunia jurnalistik secara mendalam. Ia menekankan pentingnya memahami kode etik jurnalistik dan struktur penyusunan berita yang benar. Dalam penyampaiannya, ia juga mengingatkan bahwa seorang jurnalis sejati tidak hanya menulis, tetapi juga menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap karya.
Narasumber kedua, Farhan Fuadi, pegiat media dari Drifaair Multimedia, memaparkan materi tentang fotografi jurnalistik. Dengan gaya santai namun penuh makna, ia menjelaskan teknik pengambilan foto yang mampu bercerita tanpa kata. “Setiap foto memiliki jiwa, tugas seorang fotografer adalah menampakkan jiwa itu,” katanya dalam salah satu sesi, yang langsung disambut tepuk tangan peserta.
Selanjutnya, Reno Saputra, juga dari Drifaair Multimedia, membawa suasana pelatihan menjadi lebih hidup melalui praktik pengambilan video menggunakan drone. Ia menunjukkan bagaimana sudut pandang berbeda dapat memberikan kekuatan visual yang luar biasa dalam penyajian berita dan publikasi digital.
Sebagai penutup, narasumber terakhir, Mudasir dari unsur Kehumasan MAN 2 Kepulauan Meranti, menyampaikan materi tentang teknik meramu berita. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menyusun berita, melakukan editing, serta mempublikasikannya dengan kaidah jurnalistik yang tepat. Melalui pendekatan interaktif, para siswa tampak semakin percaya diri dalam menuangkan gagasan mereka menjadi karya tulis yang berbobot.
Kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat enggan meninggalkan aula meskipun waktu sudah menunjukkan sore hari. Banyak di antara mereka mengaku merasa waktu pelatihan terlalu singkat. “Jika ada pelatihan seperti ini lagi, kami pastikan ikut kembali. Sangat banyak ilmu yang diserap hari ini, terutama tentang cara menulis dan memotret berita,” ujar Nova, salah satu peserta pelatihan dengan wajah penuh semangat.
Sementara itu, Putra Laksmana, peserta lain yang juga aktif mengikuti seluruh sesi, menuturkan kesannya dengan penuh semangat, “Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang dunia jurnalistik yang sesungguhnya. Saya jadi tahu bahwa menulis berita bukan hanya soal kata, tapi tentang kejujuran dan tanggung jawab.”
Pelatihan Jurnalistik MAN 2 Kepulauan Meranti ini bukan sekadar kegiatan sehari, tetapi menjadi titik awal kebangkitan semangat literasi dan kreativitas di kalangan siswa madrasah. Di balik kesederhanaannya, tersimpan api semangat yang membara untuk terus menulis, berkarya, dan membawa nama baik madrasah melalui karya jurnalistik yang inspiratif dan bermartabat. ( HMS-DR)