0 menit baca 0 %

Menyatukan Hati, Menguatkan Tekad dan Jiwa MAN 2 KEPULAUAN MERANTI GELAR Doa Bersama Awal Tahun Pelajaran 2025/2026

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Dibawah mentari pagi yang mulai menyapa hangat, halaman MAN 2 Kepulauan Meranti berubah menjadi lautan manusia yang penuh khidmat. Suasana terasa syahdu pada Jumat pagi, 18 Juli 2025, saat seluruh keluarga besar madrasah guru, tenaga kependidikan, hingga ratusan siswa-siswi berkum...

Meranti(Kemenag)- Dibawah mentari pagi yang mulai menyapa hangat, halaman MAN 2 Kepulauan Meranti berubah menjadi lautan manusia yang penuh khidmat. Suasana terasa syahdu pada Jumat pagi, 18 Juli 2025, saat seluruh keluarga besar madrasah—guru, tenaga kependidikan, hingga ratusan siswa-siswi—berkumpul dalam satu barisan doa. Kegiatan bertajuk Doa Bersama Awal Tahun Pelajaran 2025/2026 ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk menguatkan rohani dan memohon keberkahan perjalanan satu tahun ke depan.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan Surah Yasin dan sholawat yang dilantunkan bersama. Alunan merdu yang menggema di halaman madrasah itu seperti menyatukan hati setiap yang hadir. Mereka tenggelam dalam perenungan, memohon agar ilmu yang dituntut kelak menjadi cahaya penuntun kehidupan.

Kepala Madrasah, Syar'an Susilo yang turut hadir dan memantau langsung kegiatan ini, menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan tradisi tahunan yang sarat makna. “Kami ingin seluruh warga madrasah memulai tahun ini bukan hanya dengan semangat akademik, tetapi juga kesiapan spiritual,” ucapnya.

Doa dipimpin oleh Koordinator Rumpun Keislaman, Ustaz Mudasir, yang dengan penuh ketulusan melantunkan permohonan kepada Allah SWT. "Ya Allah, limpahkanlah keberkahan atas tahun pelajaran yang baru ini. Jauhkan kami dari segala keburukan dan bimbing kami dalam setiap langkah pendidikan," ucapnya dengan suara yang berat namun penuh harap. Suasana menjadi hening, hanya suara doa dan bisikan hati masing-masing yang mengisi ruang.

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat dari Ustaz Mudasir yang mengangkat tema penting : adab dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan bahwa proses belajar bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga akhlak. Dalam nasihatnya, beliau menekankan pentingnya menjaga lisan dan sikap antar sesama siswa.

Salah satu point penting yang disampaikan adalah tentang Buliyying. 

“Jangan melakukan bullying di antara kita,” tegasnya dengan nada yang menyentuh. “Membully satu orang saja sama dengan menyakiti seluruh siswa dan guru yang ada di madrasah ini.” Kalimat itu membuat banyak wajah tertunduk, menyadari betapa pentingnya menjaga persaudaraan dan empati dalam lingkungan belajar.

Ustadz melanjutkan, “Ketika kamu membully, maka secara langsung kamu telah melanggar ayat Al-Qur’an tentang larangan mencela dan mengolok-olok sesama saudara kita.” Sebuah pengingat bahwa perilaku negatif tak hanya menyakiti sesama, tetapi juga menciderai nilai-nilai luhur ajaran Islam.

Tausiyah itu menjadi siraman jiwa yang sangat dibutuhkan, terutama bagi siswa-siswi baru yang akan memulai babak baru dalam hidup mereka. Dalam kebersamaan itu, terlihat jelas sebuah semangat baru menyala: semangat untuk saling menjaga, saling mendukung, dan tumbuh bersama dalam cahaya ilmu.

Doa bersama ini menandai bahwa pendidikan sejati tak hanya membentuk kecerdasan kognitif, tetapi juga membina hati, membentuk karakter, dan menguatkan niat dalam menapaki jalan ilmu. Karena di madrasah ini, ilmu bukan sekadar diajarkan, tetapi juga dimuliakan dengan adab dan doa.

Dengan harapan yang terlantun ke langit dan tekad yang terpatri di bumi, MAN 2 Kepulauan Meranti kini melangkah pasti mengawali tahun ajaran baru (HMS-DR)