0 menit baca 0 %

Menyemai Cahaya Al-Qur’an di Pagi Hari: Qodriyah, S.Pd.I Teguhkan Komitmen Wujudkan Program Kemenag melalui TBQ

Ringkasan: Kampar (kemenag) Kamis (31 Juli 2025) Di tengah kesibukan pagi menjelang dimulainya kegiatan belajar, terdengar lantunan ayat-ayat suci menggema dari ruang-ruang kelas UPT SDN 013 Bina Baru. Suara jernih para siswa yang membaca Al-Qur an dengan penuh semangat adalah hasil dari satu program rutin pen...

Kampar (kemenag) Kamis (31 Juli 2025) – Di tengah kesibukan pagi menjelang dimulainya kegiatan belajar, terdengar lantunan ayat-ayat suci menggema dari ruang-ruang kelas UPT SDN 013 Bina Baru. Suara jernih para siswa yang membaca Al-Qur’an dengan penuh semangat adalah hasil dari satu program rutin penuh makna: Tadarus, Baca Qur’an dan Doa (TBQ), yang digagas dan dibimbing langsung oleh guru PAI, Qodriyah, S.Pd.I.


Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Ia adalah upaya nyata dalam membangun pondasi karakter religius sejak dini. TBQ menjadi ruh pagi sekolah, membiasakan siswa memulai hari dengan kedamaian spiritual dan nilai-nilai luhur. Setiap pekan, Qodriyah dengan sabar dan penuh cinta mendampingi para peserta didik membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara bersama, kemudian menutupnya dengan doa bersama yang menenangkan hati.


“Ini bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang mendekatkan anak-anak kepada Al-Qur’an, membiasakan mereka dengan adab, disiplin, dan rasa syukur setiap pagi,” ungkap Qodriyah saat ditemui di sela kegiatan. Ia meyakini bahwa kegiatan ini adalah bagian dari implementasi visi besar Kementerian Agama: membentuk generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.


Semangat Qodriyah tak sendiri. Kepala sekolah, guru-guru, bahkan para orang tua siswa turut mendukung penuh pelaksanaan TBQ ini. Mereka percaya bahwa karakter yang kuat harus ditanam sejak dini, dan Al-Qur’an adalah pelita yang tak pernah padam dalam membimbing kehidupan.


Di UPT SDN 013 Bina Baru, TBQ bukan hanya agenda keagamaan. Ia telah menjelma menjadi budaya sekolah – tradisi yang mengakar dan terus tumbuh dalam semangat kebersamaan. Sebuah langkah kecil yang diyakini akan berdampak besar: melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, santun, dan siap menebar cahaya kebaikan di masa depan.


(Zaipul)